oleh

Belanja Makmin Puskesmas Wonosobo Banyuwangi Tahun 2020 Jadi Sorotan Publik

BERITA9, BANYUWANGI – Penyerapan anggaran belanja makanan dan minuman rapat kegiatan DOK Puskesmas Wonosobo tahun 2020 menjadi pertanyaan publik. Pasalnya dana senilai Rp. 199.010.000, tersebut cair tepat bersamaan dengan datangnya pandemi Covid -19.

Disitu dijelaskan bahwa anggaran sebesar Rp.199.010.000 yang bersumber dari APBD tahun 2020 tersebut dipergunakan untuk belanja makanan dan minuman rapat DOK Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2020. Padahal saat ini negara sedang dilanda pandemi Covid -19, sehingga tidak ada kegiatan rapat tatap muka bersama.

” Lho kok anggaranya banyak sekali, padahal tahun 2020, pas ada pandemi covid -19, dan sesuai aturan tidak diperbolehkan yang namanya rapat tatap muka,” kata NR, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Banyuwangi.

Kata NR, kan sangat tidak logis jika kondisi yang seperti ini anggaran untuk makanan dan minuman hingga mencapai Rp. 199 juta.

” Sangat tidak logis dalam kondisi pandemi Covid -19, anggaran Makmin untuk rapat hingga mencapai ratusan juta,” imbuhnya.
Kepala Puskesmas Wonosobo, Kecamatan Srono, Tutus saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon selulernya mengatakan, bahwa penyerapan anggaran hanya 17,8% dan semua pengadaan dr dinas,” ujarnya. Rabu, (30/12/2020).

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, melalui Kasi Biakes Wawan Purnawan, membenarkan anggaran tersebut. Untuk anggaran makanan dan minuman (Makmin) dari BOK di Puskesmas Wonosobo tahun 2020.

” Memang betul seperti yang njenengan sebutkan,” katanya melalui Whatsapnya. (30/12/2020).

Wawan Purnawan, juga menyebut  memang betul tahun ini dalam keadaan pandemi, makanya tidak direalisasikan semua.

“Anggaran makmin  tahun 2020 sebesar 199.010.000 , tapi karna covid anggaran tersebut tidak terserap, kita hanya menyerap anggaran makmin sebesar 35,525.000 .hanya  ( 17,8 %),” ungkap Wawan.

Menurutnya Pengembalianya bukan sudah atau belum dilaksanakan, tapi memang tidak bisa dicairkan, itu berarti dikembalikan secara otomatis ke kas negara .

“Jadi bukan berarti Puskesmas  menerima dana Rp. 199 juta , tidak habis terus dikembalikan lho ya, memang sisanya tidak bisa dicairkan,” pungkasnya. (red).

loading...

News Feed