Beginilah Tanggapan BPD Plampangrejo Banyuwangi Soal Mobil Desa

  • Bagikan
Mobil Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

BERITA9, BANYUWANGI – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengaku tidak tahu menahu soal rencana pengadaan mobil desa. Ia mengaku mengetahui pada saat penganggaranya saja.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Khoiron, Ketua BPD Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, kepada wartawan melalui sambungan telefonya pada Rabu, (22/6/2022).

“Soal mobil desa, BPD tahunya pada saat penganggaranya saja,”kata Khoiron, Ketua BPD Plampangrejo, Banyuwangi. Jawa Timur.

Menurut Khoiron, tugas BPD adalah monitoring anggaran desa yang sudah dianggarkan, namun tidak segera realisasi dengan cara menegur Pemerintah Desa (Pemdes), dan melaporkan kepada Camat.

“Soal mobil desa, BPD juga sudah melakukan kordinasi kepada Pemdes saat mobil belum realisasi waktu itu,” ucapnya.

Saat disinggung soal faktur dan surat surat mobil desa, dirinya mengaku jika tidak tahu apa apa. Mobil dikirim dan hanya tahu kwitansi pembelanjaan saja

“Soal faktur dan surat surat lainya

kita tidak tahu. Namun kita hanya tahu kwitansi pembelanjaan mobil desa,” terang Khoiron.

Khoiron mengungkapkan, jika faktur dan surat surat lainya menunggu satu bulan saat mobil dikirim. Kebetulan hitungan satu bulan mobil desa tersebut jatuh pada besok tanggal 24 Juni 2022.

“Coba kita tunggu hingga 24 Juni 2022 besok mas. Jika sudah satu bulan surat surat mobil desa itu tidak ada, tugas BPD meminta penjelasan kepada Kepala Desa (Kades),” ungkapnya.

Kepada wartawan, Ketua BPD Plampangrejo tersebut membenarkan jika mobil desa itu masuk anggaran Tahun 2021. Namun realisasinya pada ahir bulan Mei 2022. Selain itu ia juga membenarkan jika mobil tersebut pengadaanya melalu salah satu CV di Lumajang.

” Memang benar, mobil desa tersebut penganggaranya pada tahun 2021 dan baru realisasi pada ahir bulan Mei 2022,” ungkap Ketua BPD Plampangrejo, Banyuwangi, Khoiron.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Plampang terbuka soal pengadaan Mobil desa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ponirin, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Desa Plampangrejo, kepada wartawan pada Selasa, (21/6/2022).

“Kami berharap Pemdes terbuka dan blak blakan soal mobil desa dihadapan masyarakat,” katanya.

Menurut Ponirin, dalam pengadaan mobil desa Plampangrejo, dari awal sudah ada kejanggalan. Mobil desa dianggarkan pada tahun anggaran 2020-2021 namun mobil baru dikirim pada tahun 2022. Nah ini kan sudah melewati tahun anggaran. Terus selama ini dana tersebut berhenti atau mengendap kemana ?.

“Anehnya lagi, kendaraan dikirim tanpa dilengkapi surat surat, seperti faktur dan lain lain,” ujarnya.

Ponirin, mengungkapkan jika pengiriman mobil biasanya dilengkapi dengan faktur, karena faktur tersebut guna memproses keluarnya STNK dan BPKB. Jika STNK dan BPKB belum keluar kami sangat memahami karena masih proses.

“Kami menunggu sampai tanggal 24 Juni 2022 ini. Jika pada tanggal 24 ini tidak ada kejelasan soal mobil desa tersebut, maka kami akan pertanyakan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan juga Pemdes Plampangrejo,” ungkap Ponirin, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Desa Plampangrejo.

Kata Ponirin, dirinya bersama dengan masyarakat Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring lainya mengancam akan mengambil langkah jika Pemdes  tidak bisa memberikan penjelasan yang kongkrit soal pengadaan mobil desa tersebut.

“Tentunya, kami  bersama warga Plampangrejo yang lain akan mengambil langkah jika Pemdes tidak bisa menjelaskan secara real soal pengadaan mobil desa,” paparnya. (*)

Penulis: Joko PrasetyoEditor: HWI
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.