Begini Kata Papdesi Banyuwangi Soal Dugaan Pelecehan Oleh Camat Purwoharjo

  • Bagikan
Mura,i Ahmad, Ketua Papdesi sekaligus Kades Gumirih Kabupaten Banyuwangi. (Foto:Istimewa).

BERITA9, BANYUWANGI – Soal dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Camat Purwoharjo, kepada Kepala Desa (Kades) Kradenan, Banyuwangi terus bergulir.

Kali ini, Ketua Papdesi, Kabupaten Banyuwangi, angkat bicara. Menurutnya, Jika benar apa yang dimaksud warga Desa Kradenan tentang kalimat Camat Purwoharjo itu bener, hal itu sangat tidak pantas.

“Jika benar, hal itu sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang Camat. Selain menjatuhkan nama baik secara pribadi Kepala Desa (Kades) hal itu juga kita anggap sebagai pelecehan martabat kepala desa, terlebih itu dilakukan didepan warganya.” ungkap Mura’i Ahmad yang juga Kepala Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.

Menurut Kades yang juga pernah menjadi Ketua Askab ink, pihaknya akan ssgera merapatkan barisan dan mengambil sikap atas persoalan yang menimpa Kades Kradenan.

“Kita segera rapatkan persoalan ini dengan para Kadesa – Kades. Selain itu Kades Kradenan juga merupakan anggota Papdesi,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Kradenan  sesalkan pernyataan Camat Purwoharjo yang  diduga telah menjatuhkan martabat Kepala Desa Kradenan.

Pernyataan yang telah membuat malu Kades Kradenan didepan orang banyak tersebut dilakukan oleh Camat Purwoharjo, Drs Muhamad Laini, saat acara Musrenbangdes yang digelar di Kantor Desa Kradenan beberapa hari yang lalu.

Dalam sambutanya Camat Purwoharjo diduga telah mengeluarkan kata – kata atau kalimat yang buruk yang langsung ditujukan kepada Kades Kradenan.

Hal tersebut disampaikan oleh BJ,  salah satu warga Desa Kradenan kepada Wartawan, menurut dirinya sebagai Camat tidak pantas mengeluarkan kalimat seperti itu.
“Sebagai Camat tidak pantas melontarkan kalimat seperti itu mas,” ucapnya.

Menurut BJ, saat musrenbangdes membahas masalah bedah rumah, dan disitu tiba – tiba pak Camat mengatakan “Apa matane lurah iku gak eruh” (apa matanya kepala desa itu tidak tahu) ada rumah yang tidak layak. Setelah itu muncul lagi kalimat bahwa “Mentang mentang dudo, lurah ini rono ngentup rene ngentup” (mentang mentang duda, kades ini kesana nyangat kesini nyengat) itu dilarang oleh agama.” ungkap BJ menirukan kalimat camat pada saat rapat forum.

“Kan tidak pantas mas, apa maksudnya ucapan camat ini kita juga tidak tahu,” ujar BJ.
Masih lanjut BJ, atas kejadian ini dirinya bersama warga yang lain mengancam akan melaporkan Camat Purwoharjo ke penegak hukum. Karena kami menganggap kalimat yang dilontarkan Camat Purwoharjo itu sudah menjatuhkan harkat dan martabat Kepala Desa kami. Selain itu, pernyataan Camat tersebut ada dugaan pencemaran nama baik.

“Jika Camat Purwoharjo tidak meminta maaf didepan umum maka kami akan menempuh jalur hukum,”ungkapnya..

Namun sayang hingga berita ini ditulis Kades Kradenan maupun Camat Purwoharjo belum bisa dikonfirmasi. (*)


Reporter: Indra GP.

loading...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *