Balawangi Resmi Laporkan Pengrusak Sesaji di Situs Kawitan Alas Purwo Ke Polresta Banyuwangi

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela adat dan Budaya Banyuwangi (Balawangi) melaporkan pria yang merusak dan membuang sesaji di lokasi situs ‘Kawitan’ Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Mereka melaporkan pria tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Banyuwangi, pada Kamis, (24/03/2022).

“Hari ini kami resmi melaporkan pria yang viral dalam vidio membuang dan merusak sesaji di situs Kawitan, Alas purwo, ke Polresta Banyuwangi, Ucap Achmad Kholik, Ketua Divisi Kebudayaan DPP Balawangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kamis, (24/3/2022).

Kepada awak media, Achmad Kholik mengatakan jika pihaknya meminta agar aparat penegak hukum mencari dan mencari tahu apa motiv dari pengrusakan sesaji di situs Alas Purwo tersebut. Alasanya adalah, selama ini di Bumi Blambangan kerukunan antar umat beragama sangat terjalin dan harmonis. 

“Kita sangat tidak mau, akibat kejadian tersebut masyarakat Banyuwangi terpecah belah,” ucapnya. Kamis, (24/3/2022).

Ketua Divisi kebudayaan Balawangi yang akrab disapa Kholik ini menegaskan, tindakan pria membuang sesajen itu perilaku intoleran yang berpotensi merusak kerukunan antar umat beragama.

Ia berharap Aparat kepolisian serius menangani kasus ini karena dikhawatirkan kejadian seperti ini akan Menyebabkan kegaduhan Bernuansa Sara Di Banyuwangi, sehingga merusak citra Kabupaten yang terkenal dengan budaya, adat istiadat dan kearifan lokalnya. 

“Perlu dicari tahu apa motiv pria tersebut merusak dan membanting – banting, dan membuang sesajen itu. Kami khawatir ada motiv adu domba antar-umat beragama di Pulau Jawa Ujung Timur,” ungkapnya.

Kholik mengimbau kepada masyarakat Banyuwangi tidak menyikapi kejadian itu secara berlebihan, Pihaknya menjamin dalam hal ini Balawangi akan bergerak untuk mencari keadilan. 

“Harapan kami, bapak Kapolresta beserta jajarannya berkenan memproses hukum pelaku tersebut, bukan selesai dimediasi atau cukup hanya permintaan maaf, Namun juga ada tindakan tegas supaya menjadi efek Jera bagi pelakunya”, ujarnya. (*)

Penulis: Joko PrasetyoEditor: HWI
  • Bagikan