Aktivis Banyuwangi Sayangkan Kasus Perundungan Anak Di SMPN 1 Genteng Dianggap Isapan Jempol

  • Bagikan
Rizky Kurniawan, salah satu aktivis Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

BERITA9, BANYUWANGI – Beredarnya sebuah pemberitaan di salah satu media online yang berjudul ‘Dugaan Pemukulan Di SMPN 1 Genteng Hanya Isapan Jempol’ sangat disayangkan oleh kalangan aktivis Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Salah satunya adalah Rizky Kurniawan, salah satu pentolan aktivis Bumi Blambangan. Kepada awak media ia mengaku sangat menyayangkan hal tersebut.

“Kami sangat menyayangkan adanya kabar kasus perundungan anak di SMPN 1 Genteng, Banyuwangi hanya sebatas isapan jempol,” ujar pria yang akrab disapa Rizky ini.

Menurut Rizky, jika kejadian itu hanya isapan jempol, kenapa harus ada surat pernyataan damai dari korban. Bukankah munculnya sebuah surat pernyataan merupakan bentuk pengakuan jika kejadian tersebut adalah benar.

“Ini kan aneh, dikatakan isapan jempol, tetapi muncul surat pernyataan damai dari korban,” ungkap Rizky Kurniawan.

Rizky menegaskan, munculnya surat pernyataan perdamaian dari korban dan keluarga juga harus dicermati. Dalam persoalan ini korban tidak ada kepentingan apa -apa. Namun pertanyaanya, kenapa harus korban yang membuat pernyataan. Lha ini ada apa ?,” Cetusnya. 

Aktivis Banyuwangi itu menambahkan, tidak hanya dilakukan pemukulan terhadap siswa, disitu disebutkan jika siswa juga diberikan peringatan dengan cara menulis dipapan tulis kemudian disuruh menghapus dengan pipinya. Apakah hal tersebut tidak mengganggu psikis anak, karena dilakukan di hadapan banyak siswa dan teman lainya.

“Jika dugaan perundungan anak ini dilakukan dihadapan murid – murid yang lain. Apakah kira kira psikis anak tidak terganggu. Seharusnya Kasek harus memikirkan hal itu,” tambah Rizky Kurniawan.

Seperti diketahui jagad dunia pendidikan Kabupaten Banyuwangi digegerkan dengan adanya pemukulan terhadap siswa yang dilakukan oleh Kasek SMPN 1 Banyuwangi. Kejadian tersebut sontak membuat perhatian beberapa kalangan, termasuk masyarakat, aktivis dan LSM Bumi Blambangan. (*)

Penulis: Joko PrasetyoEditor: HWI
  • Bagikan