Warga Terdampak Limbah Pabrik IGG di Banyuwangi, Mulai Terserang Penyakit

  • Bagikan
Ilustrasi orang terkena penyakit kulit (foto dok BERITA9)

BERITA9, BANYUWANGI – Prahara limbah PT. Industri Gula Glenmore (IGG) tak kunjung berhenti, seakan jadi momok yang menghantui bagi warga masyarakat sekitar pabrik gula terbesar se Asia Tenggara tersebut.

Dampak limbah yang dibuang ke sungai yang diduga lakukan PT.IGG, berakibat fatal. Warga kesulitan air bersih, untuk mandi, mencuci, dan juga buat minum karena sumur – sumur warga tercemari dengan limbah.

Salah satunya warga perkebunan PTPN XII Kalirejo afdeling Sidomukti, mengaku bernama Nasir menyatakan, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. “Jangankan untuk minum buat mandi saja kita kesusahan karena airnya berubah kekuningan dan bau,” kata Nasir warga Sidodadi Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Banyuwangi kepada media di Glenmore, Selasa (25/9/2018).

Masih kata Nasir, sebelum tercemar kondisi air sumur warga sangat layak digunakan untuk minum dan kebutuhan lainnya. Namun kini, warga tidak bisa menggunakan sumur yang ada karena sudah berubah warna dan bau menyengat.

“Dugaan warga itu gara-gara kena limbah penggilingan tebu dari IGG,” ujar Nasir.

Selain itu, kata Nasir, beberapa warga mulai mengeluhkan terserang penyakit kulit akibat nekat memakai air sumur yang tercemar. “Ada yang gatal-gatal, infeksi kulit dan kayak tumbuh jamur gitu,” ungkapnya.

Warga Banyuwangi, terutama yang tinggal di dekat pabrik IGG, mendesak pemerintah pusat segera turun untuk menyelesaikan masalah ini. Warga juga meminta Pemkab Banyuwangi mensuplai air bersih karena warga kesulitan beraktivitas sehari-hari akibat ketiadaan air bersih. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

  • Bagikan