oleh

Warga China Rusak Fasilitas Bandara, Polisi Surati Kedubes China

BERITA9, BANYUWANGI  – Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, Cui Chang Qing,  yang mengamuk dan merusak fasilitas Bandara Internasional Banyuwangi lantaran diduga depresi masih dalam tahap penyidikan yang berwajib.

Atas peristiwa ini Kepolisian Polresta Banyuwangi segera akan berkoordinasi dan mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar (Kedubes) China.

“Kami bersama dengan Kantor Imigrasi Jember akan menghubungi kedutaan China. Kita berkirim surat atas warganya yang sudah kita amankan karena merusak fasilitas bandara,” tegas Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin, kepada wartawan, pada Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya sebanyak 150 TKA pabrik semen di Jember dipulangkan ke negara asalnya, pada Senin (25/5/2020). Namun, ada 4 TKA yang gagal berangkat karena dokumennya belum lengkap. Mereka dipulangkan menggunakan maskapai Batik Air charter flight repartriasi WNA dengan nomer flight ID 8591 tujuan Banyuwangi – Jakarta, dan selanjutnya menuju Guangzhou, China.

Cui Changqing, tercatat sebagai pekerja PT. Sinoma Engineering, Jember sempat nekat mengamuk dan nekat masuk di bawah kolong Bus Pariwisata. Dia tetap bertahan di Bandara Banyuwangi dan bersikeras meminta hak-haknya untuk dipenuhi oleh agen yang memberangkatkan dan perusahaan pabrik semen.

Upaya negosiasi pun dilakukan. Sampai pada akhirnya, Cui Changqing merusak fasilitas bandara dan diamankan oleh Polisi, pada Selasa (26/5/2020) sekira pukul 19.00.

Pada saat negosiasi, lanjut Arman Asmara, TKA tersebut sempat meminta kepada Kepolisian untuk dipertemukan oleh Kedubes China. 

“Memang meminta, tapi kita tak memiliki wewenang dengan hal ini. Karena tidak ada tindak kriminal yang dilakukan dia. Begitu ada tindak kriminal baru kita lakukan pengamanan,” katanya.

Proses  penyidikan terus dilakukan hingga saat ini. Dan Masih kita periksa,” pungkasnya. (red)

loading...

News Feed