oleh

Usai Dibubarkan Polisi, Massa Semakin Anarkis, Beberapa Motor Jadi Sasaran

BERITA9, BANYUWANGI – Usai dibubarkan oleh pihak Polresta Banyuwangi, kerumunan massa di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, makin anarkis. Mereka melempari batu kearah petugas, hingga melakukan perusakan terhadap sepeda motor warga. 

Termasuk motor milik Zainudin, wartawan salah satu media online. Menurut pria asal Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, kejadian bermula saat petugas kepolisian membubarkan kerumunan massa, di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Dimana sejak Kamis malam hingga Jumat (27/3/2020), mereka melakukan penghadangan terhadap sejumlah kendaraan logistik operator tambang tumpang pitu.

Padahal pembubaran yang dilakukan oleh kepolisian, tujuannya untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekaligus tindak lanjut dari Maklumat Kapolri.

“Massa melakukan pelemparan batu, banyak motor yang rusak, termasuk motor saya,” kata Mbah Din, sapaan akrab Zainudin, Jumat malam (27/3/2020).

Baca Juga : Sumberagung Mencekam, Karyawan Tambang Ditendang Massa

Disebutkan, awalnya Mbah Din tak menduga motor miliknya ikut jadi sasaran massa. Begitu tahu, motor sudah dalam kondisi tergeletak dengan beberapa bagian mengalami kerusakan.

“Lalu saya disuruh petugas untuk membawa motor menjauh dari lokasi kerusuhan,” ucapnya.

Terkait aksi anarkis massa di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ini juga diakui Eko Budi, jurnalis JTV Banyuwangi. Bahkan dia mengaku sempat diteriaki kasar oleh massa yang telah berubah beringas. “Diteriaki, saya langsung lari menjauh,” katanya.

Baca Juga : Polresta Banyuwangi Bubarkan Massa Aksi Penghadang Kendaraan

Seperti diketahui, sejak Kamis malam (26/3/2020) hingga Jumat (27/3/2020), kerumunan massa yang dikomando Zainal Arifin dan Narto telah melakukan aksi penghadangan sejumlah kendaraan logistik operator tambang emas di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Sesuai Maklumat Kapolri dan instruksi pemerintah, kerumunan massa pun dibubarkan oleh pihak kepolisian. Saat negosiasi dan dialog dengan kepolisian, Ari dan Narto mewakili kelompok massa dan menjadi pimpinan mereka. Diduga tak terima, mendadak massa berubah anarkis. (Red)

Laporan: Joko Prasetyo.

loading...

News Feed