oleh

TKD Desa Tambong Banyuwangi, Diduga Di Sewakan Secara Sepihak

BERITA9, BANYUWANGI – Persoalan Tanah Kas Desa (TKD) atau yang biasa disebut tanah bengkok, di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, mulai menjadi perhatian warga. Penyebabnya, aset milik desa tersebut diduga disewakan secara sepihak oleh Kepala Desa (Kades) setempat, Agus Hermawan S Sos.

Kampanye BERITA9 melawan virus covid-19

Tanah bengkok seluas 9 hektar itu disewakan kepada Mirso, warga Dusun Babakan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat. Untuk ditanami pohon sengon, dengan perhitungan bagi hasil.

Terkait hal ini, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tambong, Khalid, menolak menjawab konfirmasi. Namun meminta wartawan untuk datang kerumahnya.

Baca Juga : Catat Ya, Mulai 7 Mei Akses Masuk ke Jabodetabek Ditutup

“Kalau konfirmasi soal bengkok, langsung datang kerumah saja,” katanya, Senin (27/4/2020).

Sementara itu, Sekretaris BPD Desa Tambong, Ta’in, mengaku tidak tahu menahu terkait proses penyewaan tanah bengkok. “Saya gak tahu,” ucapnya.

Padahal, jika mengacu prosedur, proses sewa atau kerjasama tanah bengkok harus melalui Musyawarah Desa (Musdes) dengan Sekretaris BPD menjadi ketua panitia penyelenggara. Selanjutnya diterbitkan Peraturan Desa (Perdes) yang didalamnya berisi aturan main hingga keuntungan desa.

Baca Juga : Korlantas Mabes Polri Tinjau Posko Operasi Ketupat Semeru 2020 Banyuwangi

Jika penyewaan bengkok tidak melalui prosedur yang berlaku, dikhawatirkan terjadi penyelewengan hingga dugaan korupsi.

Namun sayang, terkait dugaan penyewaan 9 hektar tanah bengkok, Kades Agus Hermawan, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi telepon tioak dijawab dan pesan pendek pun juga tidak dijawab. (red)

Laporan: Ahmad Sahroni

loading...

News Feed