oleh

Surat Terbuka Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Untuk Presiden Jokowi

BERITA9, JAKARTA – Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) mendesak ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani wabah virus corona (Covid-19). Hal itu disampaikan PDUI dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dengan judul “Negaraku Jangan Kalah“.

“Gunakan kepalan tanganmu, gunakan ujung telunjukmu, gunakan suara kerasmu. Perintahkan para menterimu, aparatmu, jenderalmu, TNI dan Polisi yang ada dikendalimu,” tulis PDUI dalam surat terbuka tertanggal 10 April yang ditandatangani Ketua Umum PP PDUI, Abraham Andi Padlan Patarai.

Abraham prihatin dengan terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi sementara kesiapan rumah sakit masih minim.

Baca Juga : 73 Pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso Dinyatakan Sembuh

“Lihat setiap hari berapa banyak rakyat negeri ini mati, lihat berapa banyak rakyat negeri ini yang terbaring sesak di ruang isolasi tanpa bisa ditunggui sanak famili. Lihat berapa banyak setiap hari pertambahan kasus konfirmasi, hanya dari yang diseleksi untuk dilakukan tes konfirmasi.

Sementara disana-sini masih banyak yang menunggu dijadwalkan tes, masih belum ada dacron swab dan VTM, dengan kondisi yang penuh iba, dengan kondisi yang sengsara, dengan kondisi yang terbaring sendiri tanpa didampingi anggota keluarganya, entah sampai berpisah atau semoga bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarganya,” tutur Abraham.

Banyaknya orang-orang yang terinfeksi dan juga meninggal dinilai Abraham tidak lepas karena kurang terkoordinirnya pemerintah dalam menangani kasus ini.

Baca Juga : PPNI Wonogiri : Seharusnya Warga Tak Tolak Pemakaman Pahlawan Kemanusiaan

“Lupakan perkataan menterimu bahwa corona penyakit yang sembuh sendiri. Lupakan ucapan menterimu bahwa harga APD tinggi karena ‘salahmu kok beli’. Lupakan janji menterimu bahwa pada 31 Maret 2020 ada 4,7 juta masker produksi BUMN siap disebar ke seluruh negeri, yang belakangan diakui ‘belum ada BUMN produksi APD’.”

Pernyataan-pernyataan tersebut pernah disampaikan beberapa menteri Jokowi dalam berbagai kesempatan.

Abraham juga menyampaikan kemarahan ribuan tenaga medis karena APD makin langka. Kalaupun ada, harganya sangat mahal. Sementara, banyak pasien yang mesti segera mendapatkan perawatan. Akhirnya, dokter dan tenaga medis terpaksa memakai jas hujan sebagai APD.

Baca Juga : PSBB Berbelit, Ini Alasan Jokowi

“Lihatlah jumlah sejawat kami para dokter yang meninggal dunia sudah lebih dari 30 orang. Sampai berapa lagi yang harus dijumlahkan dalam daftar kematian yang mengenaskan ini. Satu saja dari para dokter mati, perlu waktu bertahun-tahun untuk menjadikan pengganti. Beda dengan Menteri-menteri yang Bapak miliki, satu saja mati, esok hari berbondong yang mengajukan diri,” ujar Abraham. (red)

loading...

News Feed