Situs Raja Blambangan VIII Wisata Religi Terbaru di Banyuwangi

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Banyuwangi adalah sebuah nama Kabupaten yang letak keberadaanya berada di ujung timur pulai jawa. Blambangan adalah nama sebelum Banyuwangi di daerah itu, karena cerita dan sejarah nama Blambangan di ganti dengan Banyuwangi.

Sejarah mengukir, bahwa Kota Banyuwangi terkenal akan sejarah karena masa waktu itu, konon kabarnya berdiri beberapa kerajaan di wilayah Blambangan yang kini menjadi Kabupaten Banyuwangi, salah satu contoh nya adalah kerajaan Blambangan. Hingga sekarang cerita kerajaan Blambangan masih saja kerap terdengar di telinga kita, masyarakat Banyuwangi hingga diseluruh Indonesia.

Terbukti pada tahun 2011 yang lalu telah di temukan Petilasan Sinuhun Bhima Koncar/Menak Sumendhe , Sri Juru Raja Blambangan ke VIII tahun 1458 – 1512. Penemuan petilasan raja Blambangan ke VIII tersebut terletak di Dusun Sugihwaras Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Mangku alit Suparman, salah satu mangku yang di percayai untuk menjaga dan merawat petilasan tersebut menuturkan, penemuan petilasan raja Blambangan ke VIII tersebut melalui proses yang sangat panjang,” tuturnya, kepada BERITA9 Sabtu, (14/08/2018).

Penemuan petilasan raja Blambangan ke VIII tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 12 tahun, lanjut Mangku Suparman, itupun melalui meditasi, berdoa yang dilakukan oleh parasesepuh umat beragama Hindu dan para keturunan para raja Blambangan ke VIII dari Bali.

“Semenjak ditemukan petilasan tersebut, tak jarang sekarang ini para keturunan para raja yang tinggal di pulau Bali sering datang ke Petilasan yang tempatnya bersebelahan dengan Pura Giri Mulyo di Dusun Sugihwaras Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi.

Adapun tujuan mereka datang ialah untuk sembahyang, berdoa untuk meminta kepada sang pencinta sesuai dengan kepercayaan umat beragama hindu,” pungkas Mangku alit Suparman. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

  • Bagikan