oleh

SK Bupati Banyuwangi : Kawasan Perkebunan PT Bumi Sari Hanya Ada di Desa Bayu, Songgon

BERITA9, BANYUWANGI – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, menegaskan bahwa wilayah perkebunan PT Bumi Sari Maju Sukses, berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Hal itu seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuwangi, No 188/108/KEP/429.011/2019 tentang Penetapan Kelas Kebun Berdasarkan Hasil Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2019.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Perkebunan dan Hotikultura Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ir Syaifullah MM, kepada perwakilan masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kamis (5/3/2020).

Pertemuan diruang Lounge dinas tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian, Dewa Made Wicaksana beserta jajaran dan Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Ali Masduki bersama anggota.

Baca Juga : Ini Pernyataan Kapolresta Banyuwangi Tentang Dugaan Miras Ilegal Mojo Surf Camp Pulau Merah

“Terkait kebun sesuai SK Bupati banyuwangi, dan SK itu berlaku sejak 12 April 2019,” katanya.

Dalam SK Bupati Banyuwangi, tertulis bahwa perkebunan Bumisari dibawah naungan PT Bumi Sari Maju Sukses, berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, luas 1.189,81 hektar. Dengan HGU No 155/HGU/BPN/04, berlaku hingga 31 Desember 2034.

Namun dalam forum tersebut juga dijelaskan bahwa untuk luasan dan batas wilayah HGU PT Bumi Sari Maju Sukses, bukan menjadi kewenangan dinas. Tapi menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga : Kesal Dengan Ulah Oknum Karyawan, Puluhan Pengusaha Lokal Glenmore Gruduk PT IGG

Dari keterangan tersebut, massa Pakel yang juga melakukan aksi damai didepan kantor dinas menduga adanya kejanggalan pada perjalanan perjuangan masyarakat. Dimana warga sering kali menghadapi kasus hukum ketika melakukan aktivitas diperkebunan yang berada diwilayah administrasi Desa Pakel.

Padahal senada dengan SK Bupati Banyuwangi, surat dari BPN Banyuwangi, Nomor 280/600.1.35.10/II/2018, tertanggal 14 Februari 2018, juga menegaskan bahwa tanah Desa Pakel tidak disewakan atau tidak masuk dalam Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari Maju Sukses.

“Kami menduga ada diskriminasi dan kriminalisasi dalam kasus ini,” ucap Fathurrahman, koordinator massa sekaligus perwakilan Forum Suara Blambangan (Forsuba) selaku pendamping warga Desa Pakel.

Baca Juga : BPN Banyuwangi Sebut Tanah Desa Pakel Kecamatan Licin Tidak Masuk HGU PT Bumi Sari

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Bumi Sari Maju Sukses, Eko Sutrisno SH, menyampaikan bahwa memiliki bukti-bukti otentik atas hak pengelolaan HGU. Bahkan, perusahaan milik Djohan Soegondo tersebut juga telah melakukan pengukuran ulang atas luasan HGU perkebunan.

“Hasil dari ukur ulang tersebut luasnya tidak berubah, tetap sesuai dengan sertifikat HGU yang dimiliki PT Bumi Sari,” katanya. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed