Satpol PP Banyuwangi Copot Paksa Tanpa Alasan Bendera & Baliho Partai Demokrat

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Aksi penurunan paksa bendera Partai Demokrat (PD) terulang di Banyuwangi, Jawa Timur.

Aksi yang diduga dilakukan kawanan petugas Satpol PP tersebut terjadi disekitar lokasi start etape keempat balap sepeda Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018, di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Tahu bendera berlambang Mercy dicopot, Caleg Dapil IV DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Drs H Muhamad Hidayat, langsung muntab. Emosi makin menjadi ketika petugas Satpol PP tidak mau mengakui bahwa mereka yang melakukan pencopotan paksa.

“Setelah berdebat, baru mau Ngaku. Saya sebenarnya tidak masalah jika harus dilepas, tapi mbok pamitan, tidak asal copot begitu,” ucap Muhamad Hidayat kepada awak media, Sabtu (29/9/2018).

Selain 35 buah bendera Partai Demokrat, lanjut Hidayat, 9 baliho bergambar dirinya juga ikut dibredel. “Padahal keberadaan bendera dan baliho itu tidak mengganggu,” ungkap pria yang akrab disapa Dayat ini.

Kehadiran Caleg Dapil IV Nomor Urut 5 DPC Partai Demokrat Banyuwangi, ini sempat memancing perhatian masyarakat. Terlebih dia yang usai dari kebun masih membawa Caluk (senjata tajam semacam golok). “Saya memang dari kebun, ya masih bawa Caluk,” jelasnya.

Melihat kemarahan Dayat, bendera Demokrat akhirnya kembali dipasang oleh petugas Satpol PP. Meskipun tidak seluruhnya.

“Bendera yang dipasang cuma berapa, paling hanya 20 an, entah sisanya kemana. Sedang 9 baliho saya, sampai saat ini tidak dikembalikan,” ungkap Dayat.

Jika sampai hari Minggu baliho tetap tidak dikembalikan, Dayat mengancam akan melapor ke Bupati Abdullah Azwar Anas.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, sangat menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, Satpol PP seharusnya bisa lebih santun dalam menjalankan tugas.

“Kami akan melakukan klarifikasi, karena partai adalah alat memperjuangkan masyarakat, tidak sepatutnya dilepas seenaknya, ini sudah pelecehan terhadap partai kami,” tegas Michael. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

  • Bagikan