oleh

PPNI Wonogiri : Seharusnya Warga Tak Tolak Pemakaman Pahlawan Kemanusiaan

BERITA9, WONOGIRI – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Wonogiri menyayangkan sekaligus protes keras sikap warga yang menolak pemakaman seorang perawat “Pahlawan Kemanusiaan ” di Semarang.

Mereka memrotes penolakan tersebut. Para perawat Kota Sukses juga berharap kasus penolakan itu menjadi yang terakhir kalinya.

Almarhumah Nuria Kurniasih (insert). Kanan : Purbo Ketua RT 6 Dusun Sewakul Kel Bandarjo, Ungaran Barat yg menjadi aktor utama penolakan pemakaman Pahlawan Kemanusiaan asal Wonogiri (Foto istimewa)

Sebagai bentuk protes mereka mengenakan pita hitam di lengan. Yang dimulai sejak Jum’at (10/4/2020) hingga lima hari ke depan.

Baca Juga : Keluarga Meragukan, Jika Almarhum Meninggal Karena Terjangkit Covid -19

“Memakai pita ini adalah bentuk rasa suka mendalam kami. Sekaligus proes kami terhadap penolakan pemakaman rekan kami yang merupakan Pahlawan Kemanusiaan,” ungkap Ketua DPD PPNI Wonogiri, Mubarok, Sabtu (11/04/2020)

Baca Juga : 8 Hal Yang Wajib Ditaati Selama PSBB di Jakarta

Menurut dia, aksi penolakan pemakaman sebenarnya tidak perlu terjadi. Pihaknya berharap hal itu menjadi kali terakhir dan tidak ada lagi aksi serupa ke depannya.

“Jangan sampai ada lagi penolakan pemakaman baik dari tenaga medis maupun masyarakat,” pinta dia.

Baca Juga : PSBB Berbelit, Ini Alasan Jokowi

Pihaknya mengatakan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhumah Nuria Kurniasih. Pasalnya merupakan Pahlawan Kemanusiaan yang mempertaruhkan jiwa raganya sebagai garda terdepan dalam memerangi Pandemi COVID-19. (red)

loading...

News Feed