oleh

Polresta Banyuwangi Berhasil Amankan Polisi Gadungan

BERITA9, BANYUWANGI – Pria asal Jl Ikan Wader Pari, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, ini harus berurusan dengan pihak berwajib. YHK (43) yang bekerja sebagai tukang las ini  diamankan polisi karena mengaku sebagai Polisi.

Parahnya YHK, tidak hanya mengaku sebagai Polisi atau aparat penegak hukum. Dirinya juga diduga melakukan penipuan yang mengatasnamakan institusi Kepolisian kepada Hartono Subianto alias Yung Yung (46) salah satu pedagang asal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Menurut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin, SIK, kasus penipuan yang dilakukan oleh Polisi gadungan ini diendus oleh aparat Polsek Glenmore pada 15 mei 2020. Secara resmi Yung Yung melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya kepihak Polisi.

” Kasus  penipuan itu berawal pada pertengahan Januari 2020. Dan baru dilaporkan pada pertengahan Mei 2020,” katanya, Rabu (21/5/2020).

Modus dugaan penipuan yang dilakukan oleh YHK, diawali sejak pertama perkenalannya dengan korban. Dirinya mengaku sebagai anggota polisi aktif yang pernah bertugas di Timor Timur (Timor Leste). Setelah itu pelaku meminjam uang sebesar Rp 10 juta dengan alasan untuk membelikan sepeda motor anaknya.

” Kepada korban tersangka berjanji bakal membantu menyelesaikan perkaranya masalah uang senilai Rp. 15 Milyar dengan orang Surabaya,” jelas Kapolresta Banyuwangi. 

Tidak puas sampai disitu, masih Arman, dilain waktu, YHK kembali mendatangi korban. Pelaku kembali meminta uang dengan dalih untuk biaya komunikasi dengan aparat penyidik Polsek Glenmore.

“Percaya dengan kata – kata pelaku,  maka dengan korbanpun dikasih uang antara Rp 1 – 5 juta,” tambahnya.

Selain itu pelaku ini juga sering pinjam mobil korban untuk urusan pribadinya. Dan tidak terasa uang yang di berikan kepada tersangka oleh korban mencapai Rp 30 juta.

“Kepada Polisi pelaku mengakui semua perbuatannya. Dan saat ini pihak kepolisian masih melakukan lidik,” pungkas Kombes Arman Asmara Syarifudin.

Sementara Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi, melalui Kanit Reskrim Ipda Didik Suhartono menjelaskan, baju atau seragam Polri yang dipakai pelaku saat datang kerumah korban merupakan hasil pemberian dari seseorang. Penampilanya sangat menyakinkan karena celana yang dikenakanya juga sama dengan personil serse.

” Selain berseragam lengkap, pelaku juga membawa air softgun yang lengkap dengan pelornya. Barang bukti itu saat ini, sudah kita amankan,” jelentrehnya. (red)


Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed