oleh

Politisi Muda Banyuwangi, Antara Harapan dan Peluang

BERITA9, BANYUWANGI – Nama Teddy Anugrianto alias Teddy UT pasti tak asing ditelingan warga Banyuwangi. Dikenal sebagai sosok pengusaha muda yang sukses, ia juga menjadi penyanyi kelas atas untuk ukuran publik Blambangan.

Teddy UT selama ini dikenal dingin dalam menelurkan banyak sumber daya manusia menjadi handal dibidang tarik suara. Beberapa nama yang moncer di dunia nyanyi nasional sebut saja Dyah Safira adalah berkat tangan dinginnya,

Tak puas berkiprah sebagai mentor, Teddy lalu berkecimpung didunia partai politik. Labuhannya jatuh ke Partai Demokrat pimpinan Agus Harymurti Yudhoyono (AHY). Tahun 2018-2019 adalah waktu tersibuk Teddy mencurahkan segalanya demi pemenangan partai berlambang mercy itu di Banyuwangi.

Berkat kerja keras dan dedikasinya, Pimpinan Cabang Partai Demokrat Banyuwangi mendapuknya menjadi Ketua Pemenangan Pemilu (KPP). Kepercayaan Ketua Cabang, Michael Edy Hariyanto itu tak disia-siakan Teddy yang semakin menggas langkahnya membesarkan partai besutan Presiden RI ke 6 itu.

Kerja keras, dedikasi dan loyalitasnya pun berbuah, Demokrat Banyuwangi sukses memenangkan pertarungan politik dalam arena Pemilihan Gubernur Jawa Timur di tahun 2018 lalu. Salah satu faktor penentu kemenangan diyakini berkat urun rembug Teddy. Namun, itu hanya salah satu, masih banyak hal lain yang mengantarkan Khofifah dan Emil meraih simpati mayoritas dari warga Banyuwangi.

Mengundurkan Diri

Tetapi kini, nama Teddy seolah tenggelam di kancah perpolitikan Banyuwangi. Para elite seolah melupakan potensi besar yang ada pada dirinya.

Dan secara mengejutkan, Teddy mengundurkan diri sebagai KPP dan kader Partai Demokrat selamanya. Hal apa yang mendasari keputusannya, masih belum jelas. Dia pun enggan bicara terbuka mengenai alasan mundurnya di partai politik yang telah sukses di Banyuwangi itu.

Pengurus Partai Demokrat Banyuwangi pun enggan menjelaskan alasan penyanyi Selire Welas itu cabut. Mereka hampir semuanya tutup mulut, entah apa alasannya. Jikapun menjawab, bisa ditebak jawabannya. “hak politik orang’.

Dengan inisiatif sendiri, sekelompok anak muda mendirikan baliho besar bergambar Teddy UT. (Foto istimewa)

Apapun itu, Teddy adalah anak pribumi yang memiliki potensi besar. Dengan segala keterbatasan dan kemampuannya, dia telah membuktikan dirinya sebagai santri wong Nahdliyin yang telah berbuat untuk masyarakat Banyuwangi.

Episode selanjutnnya : Teddy : Nyantri, Santri, Dawuh Poro Kiai

loading...

News Feed