Partai Demokrat AHY Waspadai Kubu Moeldoko, Apa Lagi Nih?

  • Bagikan

BERITA9, JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengaku saat ini pihaknya sedang mewaspadai gerak-gerik kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

“Kami waspadai adanya dugaan putar balik fakta hukum pada dua gugatan Moeldoko di PTUN Jakarta, yang kemungkinan akan diputuskan pada Oktober 2021 nanti,” kata Herzaky kepada wartawan dalam keterangannya yang diterima BERITA9.NET, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga : Pengamat Kompak Curiga Ada Agenda Amandemen Dipertemuan Elite Politik

Kata Herzaky, gugatan pertama, Moeldoko meminta PTUN Jakarta membatalkan keputusan Menkumham Yasonna Laoly yang menolak mengesahkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Lalu pada gugatan kedua, kubu Deli Serdang itu meminta PTUN Jakarta membatalkan hasil Kongres V Demokrat yang digelar pada 2020 dan mengesahkan AHY sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2020-2025.

Herzaky berkata, pihaknya meyakini majelis hakim PTUN Jakarta akan menolak gugatan Moeldoko cs. Ia yakin, majelis hakim menegakkan hukum serta menjaga keadilan dan demokrasi di Indonesia.

Herzaky mengaku, saat ini pihaknya telah menyiapkan ratusan bukti untuk menghadapi dua gugatan kubu Moeldoko tersebut.

Baca Juga : DPC Loyal dan Setia ke Partai Demokrat Pimpinan AHY

Sebelumnya, AHY berkata, para perusak demokrasi masih berupaya merampas Partai Demokrat. Menurutnya, hal tersebut dilakukan lewat gugatan di PTUN Jakarta.

“Para perusak demokrasi masih berupaya menggugat dan membatalkan keputusan pemerintah melalui jalur PTUN termasuk kemungkinan judicial review melalui Mahkamah Agung,” ungkap AHY dalam acara Peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9/2021)

AHY juga menegaskan, Partai Demokrat memiliki bukti yuridis yang kuat untuk bisa mematahkan argumen pihak Moeldoko untuk kedua kalinya.

Putra sulung Soesilo Bambang Yudhoyono itu mewanta wanti kadernya untuk tetap waspada.

Menurutnya, Demokrat akan terus memperjuangkan penegakan keadilan, hukum, dan demokrasi di Indonesia.

Diketahui, sejumlah kader yang dipecat AHY menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hasilnya, Moeldoko didapuk menjadi Ketua Umum. Namun, upaya pengambilalihan Demokrat gagal setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menolak mengesahkan kepengurusan hasil KLB Deli Serdang. (red)

loading...
  • Bagikan