KPUD dan Panwaslu Kabupaten Sorong Digugat Paslon Yang Kalah

  • Bagikan
KPUD Sorong menggelar Rapat Pleno terbuka penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2017-2022 (foto RRI Sorong)

BERITA9, SORONG – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sorong, Papua digugat ke Badan Pengawas Pemilu Pusat (Bawaslu) karena terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada kabupaten Sorong, baik yang dilakukan oleh pihak penyelenggara maupun oleh salah satu pasangan calon dari hanya dua paslon yang berlaga. Selain ke Bawaslu gugatan ini juga disampaikan ke Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) Kabupaten Sorong.

Kecurangan yang terjadi adalah adanya penggelembungan Daftar Pemilih Tetap dipilkada kabupaten Sorong beberapa waktu lalu. Bahwa sebelumnya kepada panwas sudah dilaporkan adanya DPT yang tidak rasional, tetapi tidak direspon dengan sebagaimana mestinya.

Bahkan pada saat hari pencoblosan terjadi mobilosasi massa dari Kota Sorong ke Wilayah Kabupaten Sorong untuk ikut mencoblos, masuk ke TPS – TPS dengan menggunakan DPT gelembungan tersebut untuk memenangkan salah satu pasangan calon. Demikian disampaikan ketua tim pemenangan Paslon ZETHIBA, Jonathan Patipikalawan Sabtu (08/04/2017) lalu, via telephon selularnya.

Selain itu ada indikasi pula bahwa ketua KPUD Kabupaten Sorong  Martinus A Nasarani melakukan lobi-lobi politik terhadap partai politik untuk rekomendasi dukungan pemenangan kepada salah satu pasangan calon peserta pilkada pada saat itu. Namun ketika awak media ingin meminta keterangan dan klarifikasi yang bersangkutan sulit dihubungi.

“Bukti bukti sudah kami pegang dan telah tercukupi, gugatan sudah kami sampaikan ke Bawaslu dan DKPP pada tanggal 06 April 2017 lalu, saat ini tinggal menunggu jadwal sidang saja,” terang Jonathan.

Ketika ditanya soal pleno penetapan pemenang pilkada oleh KPUD yang berlangsung Jum’at 07/04/2017 kemarin lalu, dikatakan pula oleh tim  Zethiba bahwa itu tak berpengaruh terhadap jalannya gugatan ini.

Ditambahkan pula bahwa masih terkait masalah ini dipolres Aimas kota Sorong sudah berlangsung pemeriksaan terhadap kepala dinas kependudukan dan saksi saksi dan saat ini sudah dua puluh tiga orang saksi yang sudah diperiksa dan pada hari ini Senin 10/04/2017 sesuai jadwal,diperiksa ketua KPUD Kabupaten Sorong yang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan di Jakarta terhadap saksi saksi ahli dari Administrasi Kependudukan Departemen Dalam Negeri, untuk kemudian gelar perkara yang akan dilakukan di polda Papua Barat, karena kasus ini sudah lintas daerah dengan adanya mobilisasi massa dari kota Sorong  ke kabupaten Sorong pada saat hari pencoblosan.

Sementara itu Ketua KPUD Sorong Martinus A Nasarani hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi atas tudingan calon yang kalah itu. (red)

Laporan:  Sugito dan Kontributor Papua Barat Robby Pa.(sumber: zeth Kadakolo)

  • Bagikan