oleh

KPU : Perhitungan Suara Pilkada 2020 Tetap Manual

BERITA9, JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 masih manual. Sedangkan pencoblosan secara online atau daring tidak diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10/2016 terkait pilkada.

“Kalau metode pemungutan suara masih tetap sama seperti sebelumnya. Pemungutan suara masih manual, tapi cara dan prosedurnya dilakukan dengan memenuhi protokol Covid-19,” kata Arief dalam Seminar Daring bertajuk “Pemilu Serentak di Tengah Pandemi”, Selasa (16/6/2020).

Arief menjelaskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2/2020 mengenai pilkada hanya mengatur dua hal. Pertama, jadwal pemungutan suara diubah dari 23 September 2020 menjadi 9 Desember 2020, termasuk opsi penjadwalan ulang.

Kedua, pihak yang berwenang melakukan penundaan dan melanjutkan tahapan pilkada.

Masih kata Arief, dalam kewenangan sebelumnya, untuk persetujuan kewenangan diberikan KPU dengan persetujuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dalam Perppu yang baru kewenangan itu dirubah.

“Untuk melanjutkan dan menunda pilkada harus persetujuan tiga pihak (KPU, pemerintah dan DPR). Artinya seluruh hal lain dalam UU Pilkada masih berlaku, seperti pemungutan suara secara manual,” ungkap Arief.

Terkait adanya kekhawatiran pilkada di tengah pandemi akan menyebabkan degradasi demokrasi, kata Arief, gak itu sebuah kewajaran.

“Kekhawatiran itu wajar, karena ini hal baru. Tidak pernah kita menyelenggarakan pemilu di tengah situasi wabah atau pandemi semacam ini. Tapi hal baru ini menjadi ketertarikan tersendiri,” ucap Arief.

Arief mencontohkan partisipasi pemilih saat pemilu di Korea Selatan (Korsel) meningkat. Menurut Arief, warga Korsel ternyata ingin mencatat sejarah baru. Sebab tidak tertutup kemungkinan di kemudian hari ada virus lain.

“Semua orang di Korsel ingin catat sejarah baru. Kepatuhan terhadap protokol Covid-19 patut ditiru. Seluruh pihak di Indonesia harus bisa sampaikan sosialisasi protokol Covid-19 untuk pilkada. Kalau bisa, saya yakin ini akan menjadi catatan dan pelajaran berharga bagi seluruh komponen bangsa. Kita akan lebih siap menghadapi situasi serupa di masa mendatang,” tegas Arief. (red)

loading...

News Feed