oleh

Kaledeskop 2020 Pengamat, Hukum Masih Tebang Pilih

BERITA9, JAKARTA – Jelang penutupan tahun 2020, wajah hukum di Indonesia masih belum sempurna seperti yang diharapkan para pendiri bangsa. Walaupun sudah banyak kasus-kasus besar yang diungkap aparat, namun itu belum berarti hokum telah berdiri secara tegak.

“Jika sebuah kasus yang menjadi perhatian masyarakat, aparat Kepolisian sangat cepat mengungkapnya, tetapi sebaliknya, kasus yang biasa-biasa saja atau yang tidak menjadi perhatian, pengungkapannya lama sekali,” kata H. Sirepa Karepesina praktisi hukum di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga: Video: Polisi Tangkap Provokator Aksi 1812

Kata Sirepa, tanpa menghilangkan rasa hormat kepada aparat penegak hokum, masih saja ada oknum-oknum aparat yang mencoba mempermainkan kasus untuk kepentingan yang tidak jelas. Terlebih, masih adanya kesenjangan atau perbedaan dalam penerapan hokum itu sendiri.

“Masih banyak laporan dari masyarakat yang mencari keadilan tapi dipersulit oleh aparat hokum, ini tidak bagus untuk penegakkan keadilan,”ujarnya.

Baca Juga: Masuk Jakarta Bakalan Wajib Rapid Test Antigen Covid-19

Terlebih lagi, masih adanya dualisme dalam pengambilan keputusan hokum pada lembaga tinggi yudikatif. Contohnya, kata Sirepa, ada dua kasus perdata perebutan lahan di Hambalang yang melibatkan dua perusahaan.

Kedua perusahaan itu memiliki dasar hokum yang sama-sama kuat atas klaim kepemilikan lahan. Perusahaan pertama memegang keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sedangkan perusahaan kedua memiliki dasar hokum perdata dari Pengadilan Negeri. Keduanya sudah inkrah sama-sama mendapat keputusan dari MA (Mahkamah Agung).

“Bagaimana mungkin satu sengketa terdapat dua keputusan berbeda, cuman anehnya, keputusan dari perdata, tidak disebutkan eksekusi, hanya bersifat deklarasi bahwa tanah itu milik perusahaan kedua, sedangkan di keputusan TUN disebutkan perintah agar BPN (Badan Pertanahan Nasional) menerbitkan sertifikat untuk perusahaan pertama. Dua keputusan yang membingungkan,” ungkapnya. (red)

bersambung

loading...

News Feed