oleh

Ipuk Festiandani Ditengah Bayang-Bayang Bupati Anas

BERITA9, JAKARTA – Majunya Ipuk Festiandani dalam kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020, dinilai pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rusmin Effendy sebagai kecelakaan politik fatal.

Belum lagi banyaknya cibiran dari publik Bumi Blambangan terhadap sosok Ipuk Festiandani istri Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi dua periode.

Kata Rusmin, publik meyakini bahwa Ipuk tidak memiliki kemampuan menjadi orang nomor satu di kabupaten paling ujung Pulau Jawa.

Kegamangan itu beralasan, pasalnya, selama mendampingi suaminya, Anas, tidak ada prestasi apapun yang bisa ditonjolkan saat Ipuk dipercaya menduduki beberapa jabatan strategis yang terkait dengan statusnya sebagai istri bupati.

Baca Juga: Gejolak Foto Syur Mirip Bupati Anas, Mabes Polri Didesak Periksa Kebenarannya

Pun, opini publik yang berkembang mempercayai bahwa majunya Ipuk sebagai sebuah ‘pemaksaan kehendak’ dari sang suami demi menjaga keberlangsungan kekuasaan.

‘Pemaksaan kehendak’ itu tentu harus dibayar mahal, baik oleh Anas maupun partai pengusung. Ambil contoh PDI Perjuangan dan Gerindra.

Kedua partai itu harus rela kehilangan banyak kader potensial yang selama ini dikenal sebagai motor utama penggerak. Ambil contoh Yusuf Widyatmoko yang harus maju melalui partai lain karena Yusuf tak diperhitungkan oleh elite PDI Perjuangan.

Jasa Yusuf pun tenggelam atau lebih tepatnya ditenggelamkan oleh elite partainya, saat ia berniat maju pada laga Pilbup Banyuwangi 2020.

Baca Juga: Puluhan Polwan Polres Situbondo Amankan Pelaksanaan Pelipatan Suara Digudung KPU

Belum lagi sejumlah nama beken di Banyuwangi yang secara kompak menyatakan mundur sebagai kader partai banteng moncong merah dan bergabung dengan Yusuf di koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Yusuf tak sendiri, di Solo, elite PDI Perjuangan bahkan rela kehilangan kader seniornya demi mengusung putra Presiden Joko Widodo berlaga di Pilwalkot Solo. Sama juga dengan di Medan, Nias Barat, Nias Utara dan masih banyak daerah lainnya.

Kembali ke laptop Ipuk. Rusmin Effendy mengatakan, yang dimaksud dengan kecelakaan politik yang kadarnya sudah fatal yakni, PDI Perjuangan telah menutup mata terhadap aspirasi besar kader partainya di Banyuwangi. Ditambah lagi personalisasi Ipuk yang diyakini hanya dijadikan jembatan bagi suaminya.

Baca Juga: Pengacara Banyuwangi Layangkan Surat Klarifikasi ke Bupati Anas Terkait Foto Syur

“Anas kan selama ini sebagai pemain tunggal yang menguasai sumber daya alam Banyuwangi, mana mau dia kehilangan kendali,” kata Rusmin kepada tim liputan BERITA9 di Jakarta, Jum’at (27/11/2020).

Kata Rusmin, aji pamungkas yang dipakai Anas untuk menggolkan istrinya, tidak jauh dari uang dan publikasi pencitraan kesuksesannya menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Padahal dibalik itu, masih banyak warga banyuwangi yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dan pertumbuhan ekonominya masih terbilang biasa-biasa saja.

“Anas itu jago membuat pencitraan, dia ahlinya, tapi lihat aja faktanya, coba telusuri kehidupan riil warga banyuwangi, miris banget,” kata Rusmin yang mengaku sering blusukan di Banyuwangi.

Baca Juga: Yayasan Madani Ajukan Hearing Ke DPRD Soal Foto Tidak Senonoh Mirip Bupati Banyuwangi

Rusmin berkata, geger alas Bumi Blambangan tidak akan berhenti biapun pesta demokrasi lokal telah usai. Saat ini pun, publik Banyuwangi diyakini Rusmin masih gamang memutuskan siapa yang akan mereka pilih.

Namun, lanjut Rusmin, dari analisisnya selama beberapa hari berada di Banyuwangi, ia memprediksi perolehan suara kedua pasangan calon akan terjadi draw alias seimbang.

Jikapun ternyata Ipuk memenangi pertarungan pilkada, Rusmin berkeyakinan hasilnya akan terpaut sangat sedikit dengan perolehan suara Yusuf-Riza.

“Kalau istrinya kalah, saya prediksi bakalan tambah runyam urusan Anas kebanyak pihak,” kata Rusmin tanpa mau menyebut lebih detaik apa itu urusan ke banyak pihak.

Baca Juga: Kapan Kegelisahaan Ini Berakhir ?

Saat dituding bahwa Rusmin pendukung paslon selain Ipuk, Rusmin menolak mentah-mentah tudingan itu. “Kenal juga kagak gue sama Yusuf atau Gus Riza. Saya nggak punya kepentingan sama semua paslon, kepentingan saya berusaha supaya Banyuwangi jadi bersih dari anasir koruptor,” tandas Rusmin.

Ditanya soal reputasi Anas, Rusmin mengakui ada banyak hal positif dari hasil kinerjanya.

loading...

Komentar

2 komentar

Komentar ditutup.

News Feed