Calon Panglima TNI Hak Prerogatif Jokowi, Jangan Diganggu !

  • Bagikan
KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAD Jenderal Andika Perkasa dalam sebuah moment di Jakarta. (Foto: dok BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Pakar hukum dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, A.Tholabi Kharlie berbeda pendapat dengan Fernando, pada dasarnya semua matra di TNI memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Panglima TNI.

Pasal 13 ayat 4 UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI disebutkan, “Jabatan Panglima dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.”

“Nah ketentuan tersebut memang memberi pesan jabatan Panglima TNI dapat dilakukan secara bergiliran dari matra yang terdapat di TNI. Namun hal tersebut bukanlah sebuah keharusan, karena ada kata “dapat” yang berarti bisa bergantian atau tidak,” ujar Abie sapaan akrab Tholabi Kharlie di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Prediksi Pengamat Nama Pengganti Mahfud MD dan Hadi Tjahjanto

Kata Abie, praktek giliran kepala staf dari 3 Matra memimpin TNI sudah menjadi konvensi ketatanegaraan di mana konvensi itu memiliki makna yang baik, yakni memberi peran yang sama di semua matra yang terdapat di TNI. Oleh karena itu semua matra TNI memiliki kesempatan yang sama.

Abie melanjutkan, peran dan tantangan TNI di masa mendatang semakin berat dan kompleks. Isu pertahanan saat ini telah bergeser pada pertahanan di ranah digital atau cyber. Belum lagi tantangan Indonesia saat ini yang mengenai pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya.

“Selain tugas-tugas normatif sebagaimana diamanatkan dalam UU No 34 Tahun 2004, Panglima TNI ke depan harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat saat ini,” tandasnya.

Abie enggan menyebut siapa yang paling kuat berpeluang menjadi Panglima TNI, dari AL atau AD.

Baca Juga: Jepang Rilis Peningkatan Terorisme di Indonesia dan 5 Negara

Secara normatif, Calon Panglima TNI itu pernah atau sedang menjabat kepala staf di masing-masing matra sebagaimana tertuang dalam Pasal 13 ayat (4) UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI

“Jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.”

Saat ini ada dua nama jenderal yang mencuat kuat dan digadang-gadang akan menggantikan posisinya sebagai Panglima TNI. Kedua sosok yang namanya kerap santer dibicarakan adalah KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAD Jenderal Andika Perkasa.

“Siapa nantinya yang akan dipilih untuk menggantikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto adalah hak prerogatif dari Presiden Jokowi. Jangan diganggu,” tandasnya. (red)

loading...
  • Bagikan