AHY Klaim Diperingatkan Senior TNI Siapa Moeldoko

  • Bagikan
AHY
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (Foto dok BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku diperingatkan para seniornya di internal TNI terkait sosok Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Kata AHY, para seniornya itu mengatakan bahwa Moeldoko adalah orang yang tidak akan berhenti berusaha sebelum keinginannya tercapai. Agar keinginannya tercapai, kata AHY, Moeldoko bahkan bisa menghalalkan segala cara, hingga membeli hukum.

“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI; KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai,” kata AHY dalam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: MA Tolak Gugatan Yusril Soal AD/ART Partai Demokrat

AHY berkata, peringatan dari seniornya itu sekaligus merespons kemenangan partainya atas gugatan yang dilayangkan Moeldoko dan Johnny Allen terhadap keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly soal kisruh Partai Demokrat buntut Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang awal Maret lalu.

Menurut AHY, keputusan itu semakin memperkuat putusan Mahkamah Agung (MA) yang sebelumnya, juga menolak permohonan Moeldoko, tentang Judicial Review AD/ART Partai Demokrat. Sejak awal, AHY meyakini bahwa gugatan Moeldoko memang tak memiliki kegal standing.

“Bagi kami, keputusan hukum ini memberi pesan hangat bagi demokrasi kita, sebagai tanda kemenangan bagi rakyat,” katanya.

AHY turut menyinggung pernyataan Moeldoko yang sempat mengaku tak berniat mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat. Namun, Moeldoko justru hadir ke KLB dan menyatakan siap memimpin Demokrat.

Baca Juga:

Putra sulung mantan Presiden SBY itu mengaku tak memahami alasan Moeldoko tergiur dengan hasrat kekuasaan. Bukan hanya dirinya, AHY menyebut perasannya juga dirasakan banyak senior Moeldoko.

“Banyak senior-seniornya juga yang mempertanyakan hal itu. Terkait hal ini, saya serahkan kepada KSP Moeldoko sendiri untuk menjawabnya,” ucap AHY.

Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak permohonan gugatan yang diajukan oleh Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun terhadap Menkumham Yasonna Laoly terkait kisruh Partai Demokrat, Selasa (23/11/2021).

Dalam putusannya, karena PTUN tidak mempunyai kewenangan untuk mengadili perkara yang menyangkut internal partai politik.

Namun sayangnya, hingga berita ini naik tayang, upaya mengubungi kubu Moeldoko belum terwujud. Tim Kuasa Hukum Moeldoko, Rusdiansyah, dan Juru Bicara KLB Demokrat, Muhammad Rahmad juga tidak menjawab saat saat dihubungi lewat telepon dan pesan singkat. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *