oleh

Pohon Pisang Ditebang, Warga Pakel Nyaris Bentrok Dengan Satpam PT Bumi Sari

BERITA9, BANYUWANGI – Warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, nyaris bentrok dengan security perkebunan PT Bumi Sari, Sabtu (29/2/2020). Kemarahan masyarakat dipicu ulah satpam perusahaan milik Johan Soegondo. Yang diduga secara sepihak menebang pohon pisang milik masyarakat.

“Bagaimana ini kok ditebangi semua (pohon pisang)?,” ucap Syamsul Mu’arif, salah satu warga Pakel dalam bahasa Madura kepada kawanan security PT Bumi Sari.

Kedatangan Mu’arif, ke area kebun diwilayah administrasi Desa Pakel, tersebut bermula dari informasi warga. Dimana sekawanan satpam perkebunan PT Bumi Sari, diduga telah menebangi pohon pisang milik masyarakat.

Baca Juga : Pohon Jati Tumbang Menimpa Pengendara Sepada Motor Di Jalan Pantura Situbondo

Dari rekaman video saat Mu’arif mendatangi lokasi, terlihat kedua belah pihak terlibat adu mulut. Para satpam perkebunan berdalih tidak pernah menebangi pohon pisang warga. “Buktinya mana, iya mana buktinya,” lantang MRN, oknum Satpam PT Bumi Sari.

MRN adalah oknum Satpam PT Bumi Sari yang pernah terlibat kasus perkelahian dengan Musaneb, tokoh pemuda Desa Pakel, beberapa waktu lalu. Namun security ini bisa lepas dari jeratan hukum meski lawan duelnya harus menikmati jeruji besi Lapas Kelas 2A Banyuwangi. 

Didebat MRN bersama rekan-rekannya, nyali Mu’arif tidak ciut. Pantas saja, sejumlah warga Desa Pakel, banyak yang melihat aksi para satpam PT Bumi Sari. Malah ada yang mengabadikan dalam rekaman audio visual.

Baca Juga : Diduga Konsleting Listrik, Ruang KIA Puskesmas Yosomulyo Terbakar

Tak lama berselang, kabar penebangan pohon pisang langsung menyebar. Masyarakat pun berbondong-bondong datang ke area kebun diwilayah Desa Pakel tersebut. Mencegah terjadinya benturan, perwakilan warga melaporkan kejadian kepihak Polsek Licin. Petugas pun langsung menuju lokasi memberi arahan serta menenangkan masyarakat.

Kemarahan warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, ini bukan tanpa dasar. Mereka menilai apa yang dilakukan para security PT Bumisari, sangat sewenang-wenang. Terlebih warga sudah mengantongi surat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Nomor 280/600.1.35.10/II/2018, tertanggal 14 Februari 2018, yang menegaskan bahwa tanah Desa Pakel tidak disewakan atau tidak masuk dalam Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari.

Baca Juga : Demo Tolak Tambang PT BSI di Pemprov Jatim Dianggap Hanya Catut Nama Warga Pancer

Serta Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuwangi, No 188/108/KEP/429.011/2019 tentang Penetapan Kelas Kebun Berdasarkan Hasil Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2019. Disitu disebutkan bahwa perkebunan PT Bumi Sari Maju Sukses memiliki luas lahan 1.189,81 hektar terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

Dengan kata lain, tanah diwilayah administrasi Desa Pakel, tidak termasuk HGU perkebunan Djohan Soegondo. “Kami tidak terima atas perbuatan para security PT Bumi Sari, hari ini akan kita laporkan ke Polresta Banyuwangi,” tegas Syaifullah, pemuda Desa Pakel.

Guna mendorong penegakan supremasi hukum, rencananya masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, akan melaporkan sejumlah security PT Bumi Sari. Diantaranya, MSB, MSD, MRN, WKT, NSL,AJ, AN dan HD. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed