oleh

Pembangunan Indonesia Maju : Anatomi Kepemimpinan Polri Dan Atmosfir Kemajuan Bhayangkara

Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia ; Mantan Komisi Politik & Hukum DPR-RI ; Pernah Menjadi Dosen Tamu Sespimmen & Sespimti Polri)

Presiden RI Jokowi Mengangkat Jenderal Pol. Idham Azis menjadi Kapolri setelah mendapat Persetujuan DPR-RI berdasarkan usulan Pengangkatan Konstitusional Kenegaraan dari Presiden RI Jokowi. Jenderal Pol. Idham Azis (lulusan Akpol tahun 1988 A) menjadi Kapolri di bulan Oktober 2019, dalam masa awal periode kedua Kepemimpinan Nasional Presiden RI Jokowi.

Institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis melakukan pergeseran dan pengangkatan beberapa perwira tinggi Polri. Formasi, mutasi, dan promosi ini untuk bertugas mengabdi di beberapa posisi strategis internal dan eksternal institusi Polri. Tugas pengabdian kenegaraan ini adalah posisi dengan jabatan struktural jenderal bintang tiga, bintang dua, dan bintang satu.

Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono (lulusan Akpol tahun 1988 A) diangkat menjadi Wakil Kapolri. Komjen Pol. Agus Andrianto (lulusan Akpol tahun 1989) diangkat menjadi Kepala Badan Harkam (Kabaharkam) Polri. Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo (lulusan Akpol tahun 1991) diangkat menjadi Kepala Badan Reskrim (Kabareskrim) Polri. Irjen Pol. Nana Sudjana (lulusan Akpol tahun 1988 A) diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya (tipe A Khusus).

Kemudian beberapa waktu setelah itu, Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel (lulusan Akpol tahun 1988 B) diangkat menjadi Kepala Badan Intelijen Dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Ada juga Pejabat Utama Polri yang sebelumnya sudah lebih dahulu diangkat dengan jabatan jenderal bintang tiga : Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri yang juga mantan Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto ; dan Kepala Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang juga mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto.

Pengangkatan dan penugasan beberapa perwira tinggi Polri berlangsung juga di sejumlah jabatan eksternal institusi Polri. Komjen Pol. Boy Rafli Amar (lulusan Akpol tahun 1988 A) menjadi Kepala BNPT-RI. Komjen Pol. Antam Novambar (lulusan Akpol tahun 1985) menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI. Komjen Pol. Didid Widjanardi (lulusan Akpol tahun 1986) menjadi Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas RI. Komjen Pol. Andap Budhi Revianto (lulusan Akpol tahun 1988 B) menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hukum Dan HAM RI. Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo (lulusan Akpol tahun 1988 B) menjadi Sekretaris Utama (Sestama) BIN-RI.

Beberapa waktu sebelumnya, Komjen Pol. Firli Bahuri (lulusan Akpol tahun 1990) menjadi Ketua KPK-RI. Komjen Pol. Heru Winarko (lulusan Akpol tahun 1985) menjadi Kepala BNN-RI. Komjen Pol. Iza Fadri (lulusan Akpol tahun 1985) menjadi Duta Besar Republlik Indonesia Untuk Myanmar. Komjen Pol. Dharma Pongrekun (lulusan Akpol tahun 1988 A) menjadi Wakil Kepala BSSN-RI.

Pergeseran dan pengangkatan ini menjadi perlambang nilai strategis dan pemakna dinamika teknis terhadap jajaran kepemimpinan Polri. Perlambang dan pemakna ini menunjukkan dan mengarahkan Anatomi Kepemimpinan Polri Dan Atmosfir Kemajuan Bhayangkara dalam rangka Pembangunan Indonesia Maju yang Berdaulat, Berdikari, dan Berkepribadian dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Anatomi dan atmosfir ini semakin mengarah dan menuju pada percepatan, perkuatan, dan peningkatan pengabdian Polri bagi kualitas penegakan NKRI dan pembangunan Indonesia Maju.

Saya mengenal dekat dan sudah kenal lama dengan beberapa pemimpin dan pejabat Polri ini di atas (yang mendapat promosi menjadi pejabat kunci di jabatan strategis internal dan eksternal institusi Polri). Para perwira tinggi Polri yang dipromosikan adalah figur-figur penting yang berpengalaman dan berprestasi.

Sehingga menjadi pilihan tepat dan terbaik untuk dipromosikan karena berbasis pada integritas, kualitas, kredibilitas, kapasitas, profesionalitas, dan loyalitas. “Keindonesiaan Dan Kebhayangkaraan” masing-masing sebagai “Anggota Tri Brata” sudah terkaji dan telah teruji melalui serangkaian penjaringan dan penyaringan profesional secara ketat, jelas, dan teratur dengan berbasis pada meritokrasi (merit sistem).

loading...

News Feed