oleh

PBNU Minta Hakim Berani Melawan Tekanan

Berita9– JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, MA mendukung penuh upaya hukum yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak puas atas sebuah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Hal itu sudah tepat karena membudayakan asas hidup taat hukum.

“Saat masyarakat melakukan upaya perlawanan secara hukum misalnya pra peradilan harus dimaknai sebagai langkah maju dan beretika. Itu artinya, rakyat sudah benar-benar melek hukum,” ujar Kang Said -begitu biasa ia disapa- saat berbincang dengan Berita9.net di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Kang Said melanjutkan, pra peradilan adalah salah satu upaya masyarakat berkontribusi menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan sebagai upaya meminta keadilan atas sebuah kebijakan yang di nilai bertentangan dengan penegakkan hukum itu sendiri. “Nah sekarang kembali kepada para hakim. Apakah mau bersikap adil atau tidak,” ujarnya.

Jebolan Universitas Madinah, Arab Saudi itu menjelaskan, hakim adalah sebuah profesi yang sangat mulia. Kedudukan hakim dianggap sangat mulia karena dari keputusannya lah keadilan itu tercipta. Hakim bebas memutuskan sebuah perkara berdasarkan fakta persidangan dan hati nuraninya.

“Nah disitulah letaknya keberanian seorang hakim untuk menolak segala bentuk janji-janji imbalan dari orang yang berperkara. Yang penting, hakim harus berani melawan segala bentuk tekanan atau intervensi dari semua pihak,” tegasnya.

NU sendiri, lanjut Kang Said, mendukung penuh hakim yang mampu bersikap profesional dan terbebas dari tekanan politik.

“Jika ada hakim yang merasa galau karena mendapat intervensi, NU siap mengawal hakim tersebut,” pungkasnya. (red/sww).

loading...

News Feed