oleh

Pailit, Pentolan KSP Tinara Banyuwangi Menghilang, Legislator Banyuwangi Bentuk Tim Investigasi

BERITA9, BANYUWANGI  – Pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Multi Dana Sejahtera (Tinara), Linggawati Wijaya alias Ling Ling, maupun Budi Hartadi, hilang bak di telan Bumi, Mereka tidak pernah kelihatan batang hidungnya semenjak dinyatakan pailit oleh Pengadilan Surabaya.

Pantauan BERITA9, kantor KSP Tinara di Jalan Raya Rogojampi, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, terlihat sepi. Seluruh pintu tertutup rapat. Hanya ada sejumlah security yang berjaga. Dan mereka pun mengaku tidak tahu menahu dimana keberadaan kedua pentolan KSP Tinara.

Seperti diketahui, pada 20 Januari 2020, Pengadilan Niaga Surabaya, telah mengeluarkan putusan No 76/Pdt.sus-PKPU/PN.Niaga.Sby Jo No. 76/Pdt.sus-Pailit/PN.Niaga.Sby, yang menyatakan bahwa KSP Tinara telah pailit. Padahal, pada bulan Oktober 2019, koperasi yang dikelola oleh keluarga Lingga Wijaya ini masih nemerima masyarakat yang menabung.

Baca Juga : Rombongan Aktivis Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Anarkis Pesanggaran

Tak pelak, proses pailit KSP Tinara menimbulkan dugaan miring. Bukan hanya dugaan praktik penipuan, namun juga terindikasi menjadi lahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Terakhir kesini tanggal 17 Februari 2019, itu pun pada malam hari, pukul 20.00 WIB, hanya masuk sebentar, dan pukul 20.30 WIB sudah keluar lagi,” kata salah satu Security, Kamis (26/3/2020).

Pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Multi Dana Sejahtera (Tinara), Linggawati Wijaya alias Ling Ling (Foto istimewa)

Tudingan tersebut bukan tanpa dasar. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan kepada DPRD Banyuwangi, menyampaikan bahwa aset KSP Tinara yang dilaporkan hanya sekitar Rp 20 miliar. Sedang uang tabungan Simpanan Berjangka milik 416 orang penabung diperkirakan berjumlah Rp 250 miliar.

Baca Juga : Terkait Proyek Solar Cell, Mantan Pj Desa Sumberejo Sebut Pelaksana Tidak Komitmen

Dari sini, pertanyaan besar muncul, jika tabungan warga sekitar Rp 250 miliar dan laporan aset KSP Tinara ke Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, hanya sekitar Rp 20 miliar, uang milik penabung lainnya dilarikan kemana.

“Dan jika terus ditelusuri, pasti akan ketemu unsur pencucian uangnya,” imbuh Michael Edy Hariyanto, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, sekaligus pengusaha di Bumi Blambangan.

“Kan patut diduga uang tabungan dikemplang karyawan atau digunakan untuk keperluan pribadi, jika hal itu benar kan sudah jelas ini penipuan. Orang menabung kan di KSP Tinara, bukan pada oknum pribadi karyawan atau pemilik,” ucap Michael.

Baca Juga : Beberapa Bulan Sertifikat Hilang, Pemilik Minta Bank BRI Banyuputih, Situbondo Tanggung Jawab

Terkait kasus KSP Tinara, Michael bersama jajaran pimpinan DPRD Banyuwangi lain, menduga adanya praktik penipuan dan pencucian uang yang terorganisir antara Linggawati Wijaya, Budi Hartadi dan sejumlah karyawan.

Karena, disaat Tinara sudah tidak mampu membayar bunga tabungan, pada bulan September 2019, sejumlah karyawan justru melakukan promosi menggiurkan kepada masyarakat. 

Mereka mengiming-iming bunga tinggi, antara 10-12 persen pertahun kepada calon penabung. Akibatnya, pada bulan Oktober 2019, banyak masyarakat yang menyimpan uangnya di KSP Tinara. Dan tiga bulan kemudian, pada bulan Januari 2020, KSP Tinara ujug-ujug pailit.

Baca Juga : Tegasnya Petugas Tegakkan Aturan Jaga Jarak

Sebagai tindak lanjut, pimpinan DPRD Banyuwangi, sepakat akan melakukan investigasi guna mengungkap kasus KSP Tinara. Terlebih Linggawati Wijaya maupun Budi Hartadi, terkesan tidak ada iktikad baik. Dua kali undangan audiensi dari dewan pun tidak digubris oleh mereka.

“Tapi kita tahu, selain Lingga (Linggawati Wijaya) dan Budi (Budi Hartadi) ada satu orang lagi yang paling bertanggung jawab pada kasus yang berpotensi merugikan masyarakat dan mengguncang stabilitas ekonomi Banyuwangi ini,” cetus Michael.

Namun sayang, hingga kini awak media belum bisa konfirmasi kepada dua pentolan KSP Tinara, Linggawati Wijaya dan Budi Hartadi. Keduanya bagai hilang ditelan bumi. Kabar beredar, keduanya sedang berada di Surabaya. (red).

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed