oleh

Warda Larosa: SP3 Finsen Murni Kinerja Polisi, Bukan Berdamai Dengan Marinus Gea

BERITA9, JAKARTA – Wardaniman Larosa membantah keras isu yang berkembang, bahwa keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor S.Tap/55.B/VI/2020/Dittipidsiber tanggal 24 Juni 2020 lalu, yang membebaskan kliennya sebagai tersangka, buah dari perdamaian dengan pelapor.

“Alasan SP3 itu karena tidak memenuhi keseluruhan unsur pasal yang disangkakan bukan karena dicabut laporannya dan bukan juga karena telah ada perdamaian,” kata Warda kuasa hukum Finsen Mendrofa di Jakarta, Ahad (5/7/2020).

Warda menjelaskan, keluarnya SP3 itu adalah murni dari objektivitas dan profesionalitas penyidik dalam menangani perkara kliennya.

Pasalnya, setelah digelar perkara, ternyata laporan tersebut tidak memenuhi keseluruhan unsur pada pasal pencemaran nama baik dan fitnah, sehingga patut diduga secara hukum Finsen Mendrofa tidak melakukan pencemaran nama baik terhadap Marinus Gea.

“Sejak awal perkara ini bergulir, kami yakin bahwa hukum pasti ditegakkan dan akhirnya ada kepastian hukum kepada Klien kami Finsen Mendrofa” tegas Wardaniman.

Sebelumnya, Penyidik Mabes Polri telah mengeluarkan SP3 yang mengentikan perkara dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Anggota Komisi III DPR RI, Marinus Gea.

“Ya benar pada 24 Juni 2020 kemarin, kami melalui Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber telah menerbitkan SP3,” kata Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Kata Irjen Argo, penyidik menerbitkan SP3 dengan dasar dugaan tindak pidana pencemaran nama baik belum memenuhi unsur di dalamnya.

“Terhitung tanggal 24 Juni 2020, dikarenakan peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana tidak memenuhi keseluruhan unsur pasal yang dipersangkakan terkait dugaan pencemaran nama baik. SP3 itupun sudah diberitahukan kepada pihak terkait salah satunya Jaksa Agung Republik Indonesia,” ujar Argo.

loading...

News Feed