oleh

Tuduhan Anggota Komisi III DPR, Kandas di Mabes Polri

BERITA9, JAKARTA – Laporan anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea, kandas ditangan penyidik Mabes Polri usai dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor S.Tap/55.B/VI/2020/Dittipidsiber tanggal 24 Juni 2020 lalu.Itu artinya, tuduhan Marinus Gea belum memenuhi unsur di dalamnya.

“Ya benar pada 24 Juni 2020 kemarin, kami melalui Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Siber telah menerbitkan SP3,” kata Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Kata Irjen Argo, penyidik menerbitkan SP3 dengan dasar dugaan tindak pidana pencemaran nama baik belum memenuhi unsur di dalamnya.

“Terhitung tanggal 24 Juni 2020, dikarenakan peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana tidak memenuhi keseluruhan unsur pasal yang dipersangkakan terkait dugaan pencemaran nama baik. SP3 itupun sudah diberitahukan kepada pihak terkait salah satunya Jaksa Agung Republik Indonesia,” ujar Argo.

Seperti diketahu, Marinus Gea melaporkan Finsen Mendrofa atas dugaan pencemaran nama baik. Saat itu, berbekal Laporan Polisi Nomor : LP/230/II/2017/Bareskrim, Finsen Mendrofa pun menyandang gelar tersangka dugaan pencemaran nama baik. Itu terjadi sekitar bulan september 2017.

Kasus pun terus bergulir. Selama kurun waktu lebih dari dua tahun, kasus Finsen masih tidak ada kepastian. Padahal beberapa kali ia memenuhi panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan. Terakhir sekira bulan Desember 2019 Finsen Mendrofa diperiksa kembali.

Kuasa hukum Finsen, Wardaniman Larosa mengatakan, ia telah mendengar kabar, bahwa beberapa kali berkas perkara dikembalikan Jaksa Penuntut Umum kepada Penyidik. “Terakhir pada bulan Februari 2020, artinya perkara ini terus bergulir,” katanya.

“Setelah P19 beberapa kali, Kami terus mendesak penyidik untuk memberikan kepastian hukum kepada klien kami, karena penetapan tersangka sudah lebih 2 tahun dan apabila tidak ada kepastian hukum, Kami juga sudah menyiapkan langkah-langkah hukum untuk mencari kepastian hukum dan keadilan,” tanda Wardaniman Larosa.

Setelah didesak, akhirnya penyidik Mabes Polri pun memberikan kepastian status Finsen dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan ( SP3) Nomor S.Tap/55.B/VI/2020/Dittipidsiber tanggal 24 Juni 2020.

Sementara itu Finsen Mendrofa mengaku senang dan percaya bahwa proses hukum di Indonesia tidak selamanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Hal tersebut dibuktikan dengan kasus yang ada pada dirinya. 

“Saya semakin percaya hukum tetap menjadi panglima di negara kita, setelah 2 tahun lebih status tersangka saya akhirnya dihentikan juga,” kata Finsen. (red)

loading...

News Feed