oleh

Prof Wiku: Kejadian di Gunungsitoli Jangan Terulang Lagi

BERITA9, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Prof drh Wiku Adisasmito MsC PhD meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia, menyiapkan dengan matang penanganan korban Covid-19. Termasuk penyiapan lahan pemakaman jika ada korban vorus korona itu meninggal dunia.

“Pemerintah Pusat dan Satgas Pusat telah merumuskan 7 langkah penanganan penyebaran virus korona, jadi ikuti saja rumusan tersebut,” kata Prof. Wiku kepada BERITA9 di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Diantara 7 langkah itu, lanjut Prof. Wiku, yang paling krusial yakni koordinasi antara pemerintah setempat dengan warga, untuk mensosialisasikan langkah penanganan yang telah dan akan diambil oleh pemerintah.

“Tentu sosialisasi pencegahan menjadi hal yang mutlak dilakukan,” ujarnya.

Jangan sampai, kata Prof. Wiku, Pemerindah Daerah tidak siap dengan segala sesuatu yang bisa saja terjadi. Prosedur tetap yang telah diedarkan Satgas Pusat wajib dipatuhi.

Ia lalu menyoroti langkah Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara yang telihat tidak siap dengan munculnya kasus kematian korban Covid-19. “Harus tidak boleh terjadi, Pemkot harus sudah menyiapkan lahan (pemakaman) sejak jauh-jauh hari,” ujarnya,

Prof. Wiku lalu meminta kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk lebih mempersiapkan diri dengan membuat kebijakan secara cepat dan tepat.

“Jangan sampai kejadian itu terulang kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang korban keganasan virus korona berinisial SM meninggal dunia di RSU Kota Gunungsitoli. Jenazah warga  warga Desa Miga Kecamatan Gunungsitoli sempat terlantar hingga 10 jam lebih gegara belum ada lokasi pemakaman khusus korban Covid-19.

Sebelum ada korban meninggal dunia, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah merencanakan lahan pemakaman korban Covid-19 di Desa Fadoro You Kecamatan Gunungsitoli, namun karena transaksi belum dilakukan oleh pemerintah kota kepada pemilik tanah.

Parahnya, saat dinyatakan ada korban meninggal gegara Covid-19, pemilik lahan tidak lagi berminat menjual tanahnya kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Entah apa alasannya masih belum diketahui. Ditambah dengan adanya penolakan oleh ratusan warga Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa dengan lokasi pemakaman Covid-19 tersebut. (red)

loading...

News Feed