oleh

Pemerintah Australia Gandeng LPBI NU Peningkatan Ketahanan Masyarakat di Era New Normal

BERITA9, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang telah menjadi wabah di Indonesia sejak 4 bulan lalu, berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Seluruh komponen bangsa bersatu guna melakukan upaya percepatan penanganan wabah tersebut.

Salah satu pihak yang melakukan langkah percepatan adalah Nahdlatul Ulama (NU). Saat mulai mewabah, NU langsung membentuk satuan tugas yang berfungsi untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar penularan bisa dicegah, melakukan penanganan dan mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 salah satunya melalui LPBI NU.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) adalah lembaga yang secara struktural-organisatoris merupakan pelaksana kebijakan dan program Nahdlatul Ulama di bidang penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga : Ketum PBNU Apresiasi Donasi Warga NU Bebaskan TKW Dari Hukuman Mati di Arab Saudi

Hingga saat ini, LPBI NU telah melibatkan ribuan relawan dalam melakukan edukasi dan penyebaran informasi guna mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.

Bagi LPBI NU untuk menghentikan penyebaran COVID-19 yang telah meluas ke seluruh wilayah Indonesia perlu upaya penguatan dan peningkatan ketangguhan masyarakat, terutama di level keluarga.

Melalui program SIAP SIAGA, Kemitraan Australia-Indonesia dalam Manajemen Risiko Bencana, Australia akan memberikan bantuan kepada PBI NU.

Program ini diproyeksikan untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi Covid-19 dengan meningkatkan upaya pencegahan pada masyarakat paling bawah yaitu rumah tangga.

Baca Juga : LPBI NU Beri Masukan dalam Peluncuran Rencana Aksi Radikal Multi-Stakeholder

Setelah meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran mereka, masyarakat juga akan didukung untuk mengembangkan dan menerapkan SOP lokal untuk pencegahan Covid-19, melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mempersiapkan fasilitas pendukung untuk mencegah infeksi Covid-19 termasuk penyediaan fasilitas karantina (untuk ODP).

Program ini juga mendukung mereka yang terdampak ekonomi selama COVID-19 dan adaptasi situasi atau tatanan baru.

Baca Juga : PBNU : RUU HIP Hanya Timbulkan Konflik Ideologi

“Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi COVID-19 dan beradaptasi dengan normal baru melalui peningkatan upaya pencegahan berbasis masyarakat.” kata Ketua LPBI NU, M. Ali Yusuf memalui keterangan tertulis ke BERITA9

Selain itu, menurut Ali, program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi Covid-19 (PKMM COVID-19) ini akan memperkuat upaya yang sudah dilakukan saat ini oleh pemerintah khususnya pemerintah desa dalam menghadapi COVID-19 seperti Program Desa Tanggap COVID-19. Program ini akan dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi: Jawa Timur, Bali dan NTB.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, mengatakan karena pandemi ini berlangsung dengan cepat dan dampak jangka panjangnya masih belum diketahui. Untuk itu pihaknya berfokus pada bantuan melalui organisasi lokal untuk mendukung upaya pemerintah dalam fase respon dan pemulihan.

“Ini akan memastikan upaya kita diinformasikan oleh pengetahuan lokal, mendukung prioritas lokal, dan berkontribusi pada kapasitas dan akuntabilitas lokal.” ujar Gary.

Program SIAP SIAGA juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian lain untuk mendukung tugas Gugus Tugas Nasional Covid 19 Indonesia yang mengkoordinasikan respon terhadap krisis.

SIAP SIAGA adalah kemitraan lima tahun antara Pemerintah Indonesia dan Australia untuk memperkuat manajemen risiko bencana di Indonesia. (*)

loading...

News Feed