Masyarakat Harus Proporsional Tanggapi Penangkapan Oknum Pengurus MUI

  • Bagikan
Pengamat intelijen dan terorisme Universitas Indonesia, Ridlwan Habib. (Foto dok BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Pengamat intelijen dan terorisme dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib meminta masyarakat untuk tidak melebih-lebihkan menyikapi penangkapan oknum pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) oleh Densus 88 Polri.

“Masyarakat hendaknya mendudukkan masalah penangkapan oknum anggota MUI atas dugaan kasus terorisme secara proporsional dan tidak berlebihan,” kata Ridlwan, Sabtu (27/11/2021).

Menurut dia, Detasemen Khusus Densus 88 Anti Teror Polri melakukan penangkapan tersebut jelas dilakukan atas dasar dugaan yang bersangkutan sebagai anggota kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) sehingga terlalu berlebihan jika muncul narasi kriminalisasi ulama atau islamofobia.

“Mereka ini melawan hukum dalam konteks Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Pendapat Masyarakat Cinta Masjid Terkait Wacana Pembubaran MUI

Menurut dia, ini juga berlaku untuk kasus terorisme lainnya yang pelakunya kebetulan merupakan tokoh atau aktivis apa saja.

Di sisi lain, masyarakat tidak boleh juga lantas melabeli MUI sebagai organisasi yang buruk hingga lantas muncul narasi pembubaran MUI.

“Karena masih banyak ulama di MUI, para kiai yang memang benar-benar mendalami Islam secara kafah, secara baik dan mempromosikan Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang damai,” ujar Ridlwan.

Menurut Ridlwan, insiden yang mencatut nama lembaga sebesar MUI adalah murni kesalahan individu. Kata Ridlwan, hal ini sebagai kemampuan individu jaringan terorisme berkamuflase.

Baca Juga: BNPT Ajak Pelajar Waspadai Konten Radikal dan Terorisme

“Karena kelompok ini memiliki kemampuan untuk bergabung dengan organisasi-organisasi umum, mendekati tokoh publik dan sebagainya,” katanya.

Masyarakat juga tidak boleh kemudian membandingkan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dengan menganggap bahwa pemerintah pilih kasih dalam penanganan terorisme.

Menurut Ridlwan, pihak yang berpikiran KKB dibiarkan itu salah besar karena sampai hari ini Satgas Nemangkawi habis-habisan di lapangan mempertaruhkan nyawa.

“Lihat saja beberapa hari yang lalu ada anggota TNI yang jadi korban. Pemerintah sudah mengirimkan prajurit-prajurit terbaik Polri dan juga TNI dalam konteks perbantuan untuk menangani KKB ini,” ujarnya. (*)

  • Bagikan