Malam ini, Polisi Lepas Warga Adat Tano Batak Yang Berdemo di KLHK

  • Bagikan

BERITA9, JAKARTA – Aparat kepolisian mengamankan perwakilan warga adat Tano Batak, Sumatera Utara yang tergabung dalam Aliansi Gerak saat melakukan aksi juga ritual adat di depan gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2021).

Menurut Ketua Adat Sihaporas Tano Batak dari Kecamatan Simalungun, Mangitua Ambarita, ritual yang mereka lakukan adalah agar Menteri KLHK Siti Nurbaya menutup PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Sebab, mereka menilai perusahaan itu telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat adat.

“Jadi kami mempertunjukkan ritual adat kami untuk menunjukkan bahwa kami punya ritual. Tujuan ritual ini supaya kita dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa, jauh dari marabahaya, termasuk dari PT TPL,” ujar Mangitua Jumat (26/11) siang.

“Supaya tanah kami dilepaskan oleh negara melalui ketukan hati nurani daripada tuhan. Supaya Tuhan mengetuk hati nurani pemimpin negara ini,” imbuhnya.

Baca Juga:

Demonstrasi yang awalnya berjalan kondusif mulai bergejolak saat polisi meminta peserta aksi membubarkan diri karena demo mereka telah melewati waktu yang diperbolehkan.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Kurniawan menerangkan aksi demo itu mulanya berjalan kondusif. Namun, massa memasuk masuk ke area dalam Gedung KLHK. Bahkan, hingga pukul 18.00 WIB, massa aksi juga tak kunjung membubarkan diri.

“Jadi mereka itu kan awalnya di luar pagar terus kemudian mereka nerabas masuk sampai ke lobi. Sampai mendekati pukul 18.00 WIB kita imbau untuk kembali,” ucap Haris.

  • Bagikan