Kominfo Rilis 115 Ribu Kasus Penipuan Online, Ini Lho Modusnya

  • Bagikan
Ilustrasi e-commerce (Foto Google)

BERITA9, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mencatat kurun waktu Januari – September 2021 telah terjadi tindak penipuan online dari platform e-commerce dan jualan online di media sosial dilaporkan sebanyak 115.756 kasus.

Jika diandingkan dalam kurun waktu yang sama ditahun 2020, kasus yang dilaporkan tersebut terjadi penurunan yang mencapai 160 ribu lebih kasus.

“Sepanjang tahun 2021, Kementerian Kominfo menerima laporan aduan penipuan transaksi online sebanyak 115.756 laporan. Jika dibandingkan dengan angka laporan penipuan online dari tahun 2020 yang berjumlah 167.675 laporan, maka terjadi penurunan jumlah laporan di tahun 2021,” kata Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi di Jakarta,  Jum’at (15/10/2021).

Ketua Tim Pengelola Cekrekening.id, Reni Kristiananda mengatakan aduan yang masuk pada kategori penipuan transaksi jual beli online yang terjadi platform e-commerce dan media sosial. Paling banyak pada  penjualan pakaian dan masker kesehatan.

Baca Juga :

Kata Reni, modus penipuan melalui e-commerce si penjual mengajak pembeli melakukan transaksi di luar e-commerce.

“Modusnya seperti itu, banyak customer yang belum teredukasi agar jangan menerima ajakan transaksi di luar e-commerce,” ujar Reni.

Para penipu itu beraksi karena e-commerce baru akan memberikan uang dari pembeli ke penjual setelah transaksi berhasil, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penipuan.

Selain itu, modus lain yang dilakukan pelaku kejahatan adalah mengambil alih akun e-commerce dan mengambil saldo uang digital yang ada di akun, Namun jumlah kasus ini relatif sedikit.

Kemudian untuk merespon kasus-kasus tersebut, pihak Kominfo melalui unit penyidikan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) melakukan kerja sama dengan Bank untuk menutup dan/atau membekukan rekening yang terindikasi melakukan tindak pidana.

Baca Juga :

Meski terjadi penurunan kasus dibanding tahun lalu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada ketika melakukan transaksi online.

  • Bagikan