oleh

Kemenkes Sebut Bukan Klaster Kantor, Tapi Jabodetabek

BERITA9, JAKARTA – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto membantah informasi yang beredar bahwa lembaganya menjadi salah klaster penularan Covid-19.

Penularan tidak bisa dikatakan dari kantor Kemenkes, tetapi bisa terjadi dari mana saja.

Alasannya, pegawai Kemenkes banyak yang bertempat tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran dan Bekasi (Jabodetabek). Sehingga kemungkinan terpapar bisa saja terjadi.

Para pegawai itu, setiap hari berangkat dari rumahnya dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Sehingga, risiko penularan bisa terjadi di mana saja.

Bahkan ia menekankan bahwa sekarang tidak ada lagi disebutkan klaster perkantoran, tapi klaster Jabodetabek.

Contact tracing yang kita lakukan terhadap semua pegawai Kemenkes yang positif Covid-19 itu penularannya tidak terjadi di kantor,” ujar Yuri sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Selasa (22/9/2020).

“Sekarang ini tidak bisa lagi disebutkan klaster kantor. Ini sudah klaster Jabodetabek,” lanjutnya.

Sebab, meski Kantor Kemenkes berada di Kuningan, tetapi sebagian besar pegawainya diperbantukan di luar kantor.

“Seperti misalnya di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) baik di Bandara Soekarno Hatta mupun di Bandara Halim Perdana Kusuma,” ungkap Yuri.

“Ada juga pegawai Kemenkes yang diperbantukan di RS Darurat Wisma Atlet menerima ribuan orang setiap hari untuk melakukan kontak tracing,” lanjut dia.

loading...

News Feed