Insiden Wadas, Mahfud MD Pastikan Pemerintah Tindak Lanjuti Temuan Komnas HAM

  • Bagikan
Menkopolhukam Mahfud MD (Foto dok BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berjanji bahwa pemerintah akan menindaklanjuti temuan dan rekomendasi Komnas HAM terkait insiden di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

“Kita percaya pada temuan dan rekomendasi Komnas HAM yang telah diumumkan itu, sejak awal kami menduga hampir pasti seperti itu. Makanya, rekomendasinya supaya dilakukan penertiban dan pemeriksaan ke dalam, ya pasti kita tindaklanjuti,” kata Mahfud dalam keterangan yang disampaikan melalui akun Instagram @mohmahfudmd yang dikutip, Jumat (25/2/2022).

Mahfud menyatakan, tidak ada temuan Komnas HAM yang mengubah atau membatalkan pernyataannya bahwa tidak ada kekerasan seperti yang digambarkan di media sosial. Menurutnya, di medsos saat itu digambarkan adanya warga yang ditembak, dikeroyok, dan tak berani pulang karena takut ditangkap.

“Digambarkan pula ada yang masuk rumah sakit, ada mobil patroli yang membawa anjing pelacak, dan lain-lain. Itu semua tak ada di temuan Komnas HAM. Malah beberapa butir temuan Komnas HAM (misalnya butir 4 dan 8) mengonfirmasi bahwa tidak ada letusan senjata, tidak ada korban jiwa, tidak ada yang dirawat di rumah sakit, dan lain-lain,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi dan lengkap dari Komnas HAM mengenai temuan dan rekomendasinya terkait insiden di Desa Wadas karena baru mendapat siaran pers.

Laporan resmi dan lengkap itu diperlukan untuk menindaklanjuti temuan dan rekomendasi Komnas HAM, termasuk menelusuri aparat yang bertugas saat insiden itu terjadi. Meski demikian, pemerintah memastikan akan menindaklanjuti temuan dan rekomendasi tersebut.

“Tapi rekomendasi Komnas HAM kita terima dan pemerintah pasti menindaklanjuti. Sebab sebenarnya pemerintah sudah memulai melaksanakan isi rekomendasi tersebut dan akan meneruskannya. Misalnya agar dilakukan pemeriksaan dan penertiban ke dalam kepada petugas yang melanggar SOP. Insyaallah, itu akan dilakukan setelah jelas subyek, obyek, dan peristiwanya,” katanya.

“Menko Polhukam sebelumnya memang meminta Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan. Jadi dengan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Komnas HAM dan kami akan tindaklanjuti temuan dan rekomendasinya,” kata Mahfud menambahkan.

Diketahui, Komnas HAM mengumumkan hasil penyelidikan dan rekomendasinya terkait insiden di Desa Wadas, Purworejo.

Beberapa kesimpulan terhadap insiden di Wadas, di antaranya Komnas HAM menilai adanya pengabaian terhadap hak masyarakat untuk memberi persetujuan terhadap proyek penambangan batu andesit di wilayahnya, minimnya sosialisasi dari pemerintah terutama terkait pembangunan Bendungan Bener, dan tidak ada partisipasi dari seluruh warga.

Kesimpulan lainnya, Komnas HAM menilai adanya penggunaan kekuatan berlebihan oleh kepolisian, dan ada pengabaian terhadap hak warga dalam mempertahankan keberlangsungan lingkungan dan lahan penghidupannya.

Komnas HAM juga menilai adanya pelanggaran atas keadilan dan hak atas rasa aman, dan pengabaian terhadap hak warga untuk mendapat informasi serta pendampingan hukum. (*)

Sumber: ANTARA

  • Bagikan