oleh

Ini Acuan Riset Ekonomi Hijau Menurut Menristek

BERITA9, JAKARTA – Ditengah pandemi virus Covid-19 yang melanda dunia, terselip satu tujuan yang tidak bisa diinterupsi oleh apapun. Tujuan itu adalah Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan upaya untuk membangun suatu masyarakat dengan mengintegrasikan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Membaca SDGs tidak bisa dilakukan secara sederhana, tetapi harus mendalam dan menyeluruh agar tidak salah kaprah dalam pemahamannya.

Pembangunan ekonomi tidak akan berkelanjutan jika tidak didukung level yang sama pada aspek pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan. Demikian juga pembangunan lingkungan tidak akan berkelanjutan jika tidak didukung pembangunan di sisi ekonomi dan sosialnya. 

“Hal yang sama juga berlaku di pembangunan sosial,” kata Menteri Riset Tekhnologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, Jum’at (18/9/2020).

 “Yang kita dorong tentunya harus punya semangat inovasi hijau yaitu menstimulasi inovasi penciptaan industri baru dan yang paling penting tetap mempunyai dampak pada daya saing ekonomi,” kata Bambang.

Inovasi hijau yang dimaksud Bambang, inovasi dalam bentuk produk, layanan, proses produksi, maupun metode bisnis yang dapat berkontribusi terhadap ekonomi dan lingkungan.

Semangat inovasi hijau dalam menunjang ekonomi hijau yang inklusif memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati inovasi tersebut.

“Inovasi yang ditambah dengan sifat inklusif tadi memungkinkan semua lapisan masyarakat atau sebanyak mungkin lapisan masyarakat bisa menikmati dampak inovasi tersebut,” ujar dia.

Inovasi hijau harus memiliki dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan ekspor, dan juga penguatan sumber daya manusia. Menurut dia, di samping menjaga kelestarian atau kualitas lingkungan hidup, perlu juga memikirkan kesejahteraan masyarakat. (red)

loading...

News Feed