oleh

Implementasi Dakwah Ekonomi, Syarikat Islam Kembangkan Jalur Distribusi

BERITA9, JAKARTA – Organisasi massa Syarikat Islam (SI) sejak kongres ke 40 konsisten mengembangkan dan menjalankan dakwah ekonomi dengan cara membangun jalur distribusi hingga ke lapisan masyarakat bawah.

Dalam gerakan dakwahnya, ada dua yang harus dikerjakan secara bersamaan. Pertama gerakan dakwah agama itu sendiri dan pengembangan ekonomi kerakyatan berbentuk koperasi. Dua sisi mata uang itu harus berjalan secara pararel.

Guna mewujudkannya, SI membentuk Badan Pengembangan Ekonomi Syarikat Islam (BPES) dengan salah satu fokus utamanya membuka ritel berikut jalur distribusinya.

“Kita mengambil usaha yang diakui oleh negara secara legal, yaitu jalur distibusi bahan kebutuhan pokok,” kata Nunung Suhudiah Ketua Tim Distribusi dan Perdagangan BPES dalam perbincangan dengan BERITA9 di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Dalam prakteknya, kata Nunung, setiap ritel yang dibentuk, akan memiliki minimal 100 warung binaan yang dikelola secara mandiri atau swadaya. Target yang saat ini sedang dibuat, yakni membangun 200 ritel se kota dan kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Saat ini yang baru terbentuk 5 ritel dengan 300 lebih warung binaan se Kota Bekasi, sedangkan di Kabupaten masih dalam tahap persiapan. Kepemilikan ritel itu berbentuk koperasi,” ujar Nunung.

Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva didampingi Ketua BPES, Ferry Juliantono memotong tumpeng syukuran atas terbentuknya jaringan ritel Syarikat Islam. (Foto dok SI)

Kata Nunung, koperasi mencerminkan lembaga usaha yang merepresentasikan kepemilikannya bisa dimiliki oleh banyak orang, ada kesetaraan, setiap orang punya hak untuk menjadi memilih dan dipilih sebagai pengurus.

Membangun jaringan distribusi itupun bukan persoalan mudah, tetapi dengan jaringan warga Syarikat Islam yang tersebar di seluruh Indonesia, maka tidak akan mustahil bisa terwujud.

“Jaringan distribusi yang SI bentuk, bukan hanya diperuntukkan bagi warga SI, tetapi terbuka bagi siapapun, asalkan memenuhi syarat, kami siapa membantunya,” ucap Nunung.

Kata Nunung, membangun jalur distribusi adalah bagian penguasaan pasar, apapun yang mau diproduksi, apapun yang kita buat, baik itu sektor keuangan, jasa maupun sektor industri, semuanya akan berujung pada penguasaan jalur distribusi.

Indonesia saat ini di menjadi pasar bebas dengan distribusi ritel modern yang mengakibatkan harga barang menjadi mahal pada tingkat konsumen.

“Hampir semua para cendekiawan muslim sudah saatnya kita menguasai pasar dan distribusi barang itu dan Syarikat Islam sedang berusaha mewujudkannya,” tandasnya.

loading...

News Feed