oleh

Himbauan Ketua Umum LPBI PBNU Untuk Warga Kota Gunungsitoli

BERITA9, JAKARTA – Ketua Umum Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU) M Ali Yusuf merasa miris dengan melonjaknya kasus terkonfirmasi positif virus Covid-19 di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Fenomena peningkatan itu disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Berikut himbauan LPBI PBNU :

“Meningkatnya kasus positif COVID-19 di Indonesia itu pertanda bahwa penularan virus¬† masih terus terjadi secara massif. Ini berarti kewaspadaan kita harus terus dijaga karena siapapun juga akan berpotensi terinfeksi.

“Pelaksanaan protokol kesehatan tidak boleh direnggangkan. Kesadaran publik untuk menjaga diri dan saling menjaga satu sama lain agar tidak terinfeksi COVID-19 harus ditingkatkan.

Baca Juga: Basa Basi Penanganan Covid-19 di Kota Gunungsitoli, Onahia: Kami Belum Maksimal

“Kunci utama penanganan pandemi adalah bagaimana caranya agar virus tidak menyebar/tersebar dan vaksin segera ditemukan dan kemudian digunakan.

“Tetapi di sisi lain, upaya dan dukungan untuk mengurangi dampak dan risiko pandemi juga harus terus ditingkatkan, karena pandemi ini akan berlangsung lama dan berdampak ke semua sektor dan semua pihak.

“LPBI NU melalui Satuan tuga (Satgas) NU Peduli covid-19 telah melakukan banyak aktivitas untuk mendukung Pemerintah dalam melakukan percepatan penanganan covid-19 sejak Maret 2020.

“Mulai dari pencegahan, penanganan, juga pengurangan dampak. Saat ini, sesuai dengan hasil rapat PBNU, Satgas NU Peduli COVID-19 telah memulai untuk fokus pendampingan di pesantren yang di beberapa tempat telah memulai kegiatan pendidikannya secara langsung.

Baca Juga: Kisruh Lahan Pemakaman, Begini Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Kota Gunungsitoli

“Kewajiban semua pihak terutama Pemerintah untuk meningkatkan kesadaran publik agar selalu mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan.

loading...

News Feed