oleh

Ciri Ulama Buruk Menurut Imam Al-Ghazali

BERITA9, JAKARTA – Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyebut term ulama dengan kata su’ yang dalam bahasa Indonesia merupakan padanan kata “buruk” dan “tercela”.

Jadi lengkapnya ulama su‘ berarti ulama yang buruk dan tercela.

Ulama sejatinya merupakan pemuka agama yang mengayomi dan mendidik masyarakat untuk menjadi pribadi yang saleh.

Berbalik dengan ulama su‘ justru lebih banyak menebarkan keburukan ketimbang kesejukan.

Salah satu ciri ulama Su’ yakni kata-katanya yang keluar selalu berbau provokasi, ajakan kekerasan dan penghasutan.

Ulama Su’ acap kali menganjurkan kebaikan tapi perbuatannya tidak mencerminkan demikian.

Tentang ulama su‘ ini, Imam Ghazali kemudian mengutip sabda Nabi Muhammad SAW saat berpesan kepada umatnya,

أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال فقيل: وما هو يارسول الله؟، فقال: علماء السوء

Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ke­timbang Dajjal.” Beliau kemudian ditanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ulama su.”

Ditemukan hadis serupa dalam riwayat Ahmad akan tetapi dengan menyebut aimmah mudhillin (para pemuka agama yang menyesatkan) bukan ulama su’. Namun keduanya memiliki arti yang sama.

Adapun dalam hadis lainnya yang diriwayatkan dari Tirmizi dan Abu Daud dengan sanad sahih disebutkan tanpa menyebutkan kata dajjal,

إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Artinya: Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas umatku adalah para imam atau pemuka agama yang menyesatkan. (HR. Abu Daud)

Menurut Imam Ghazali, alasan kekhawatiran Rasullullah SAW sebab Dajjal memang bertujuan menyesatkan, se­dangkan ulama su‘ walaupun lidah dan ucapannya me­malingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia kesana.

Adapun ciri-ciri ulama su‘ menurut Imam Ghazali di antaranya;

Pertama, ia pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta. Ilmunya menjadi tum­puan untuk meraih sasaran duniawi.

Kedua, ia menggunakan ilmunya untuk berbang­ga dengan kedudukannya.
Ketiga, ia menyombongkan diri de­ngan besarnya jumlah pengikut.

Keempat, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan ke­pandaian berbicaranya yang seperti ulama, padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin.

Mereka merupakan golongan orang-orang merugi yang digambarkan dalam hadis Nabi saw., “Siapa yang ber­tambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah.”

Wallahu’alam.

loading...

News Feed