Cak Imin: Banyak Pengurus Masjid & Musholla Belum Ngerti Aturan Pengeras Suara

  • Bagikan
Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Foto dok BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, heboh soal pengeras suara dikarenakan masih banyak pengurus masjid dan musholla belum memahami aturan penggunaan speaker, termasuk buat adzan.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin, sapaan akrabnya, tersebut merespons artikel media asal Prancis, AFP, yang melaporkan sejumlah warga mengeluh dan risih atas suara bising adzan di Jakarta.

Menurut Cak Imin, seluruh stakeholder harus bahu membahu guna mensosialisasikan Instruksi Nomor Kep/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushala yang dikeluarkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama pada 1978.

“Coba dioptimalkan lagi sosialisasi aturannya. Saya kira munculnya persepsi yang diberitakan media asing itu ya, karena masih banyak masjid dan musala yang belum paham aturan penggunaan pengeras suara,” ucap Cak Imin dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021).

Cak Imin lalu mendesak semua pihak berwenang untuk mempertegas aturan mengenai lantunan adzan di Indonesia, seperti yang dilakukan banyak negara mayoritas muslim di dunia.

Baca Juga:

Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, waktu setiap masjid yang lokasinya berdekatan melantukan azan bisa saja diatur berbeda satu menit.

“Seharusnya ya diatur (lagi), diatur itu begini tidak bareng-bareng, gantian misalnya. Sekarang ini kan kalau bareng-bareng (azan) di detik yang sama nggak bisa didengerin memang mau dijawab yang mana. Jadi setiap masjid selisih satu menit gitu,” tutur Cak Imin.

Sebelumnya, AFP melaporkan salah satu warga Jakarta, Rina, bukan nama sebenarnya, bangun tiap pukul 03.00 pagi karena pengeras suara yang begitu keras dari masjid di pinggiran Jakarta saat adzan berkumandang.

Baca Juga :

Dia mengalami gangguan kecemasan. Rina sering tak bisa tidur, mual saat makan, tetapi takut saat akan menyampaikan keluhannya.

Sebab, ia menilai jika memprotesnya akan dipenjara atau diserang.

  • Bagikan