Ambil Foto Bendera Mirip HTI Dimeja Pegawai KPK, Satpam Ini Dipecat

  • Bagikan
Bendera mirip HTI yang berada diruang kerja pegawai KPK kini viral dimedia sosial. (Foto istimewa)

BERITA9, JAKARTA – Namanya Iwan Ismail, mengaku sebagai mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagian pengamanan. Iwan yang dipecat KPK mengungkapkan peristiwa dua tahun lalu, saat dirinya bersama rekan kerjanya mendapati bendera mirip HTI berada diruang kerja salah satu pegawai KPK. Tak mau kehilangan barang bukti, Iwan lalu memotret dengan kamera handphonenya.

Secara naluriah, sebagai warga Nahdhliyin, Iwan lalu membagikan foto itu ke WhatsApps Group Banser Bandung. Kebetulan, saat itu sedang heboh adanya tudingan bahwa KPK diisi kelompok Taliban alias Islam garis keras.

Tak disangka, foto itu menjadi viral yang berimbas Iwan harus kehilangan pekerjaannya sebagai satuan pengamanan alias satpam di gedung merah putih. Iwan selama ini mengaku diam dan menerima keputusan tersebut meskipun dia merasa tidak adil.

Baca Juga: Petugas Pasar Songgon Diduga Melakukan Dua Pungutan Diluar Ketentuan

Namun, hatinya berontak saat melihat kegaduhan ‘pembelaan’ dari berbagai individu dan kelompok yang membela 56 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Ia pun membuat surat terbuka yang diposting lewat media sosial dan jagat Indonesia netizen pun mulai gempar akibat surat Iwan tersebut. Lewat surat terbuka tersebut, Iwan menyampaikan ketidakadilan yang terjadi pada dirinya.

Iwan merasa tindakan memotret bendera mirip HTI dua tahun lalu itu adalah langkahnya sebagai warga yang cinta NKRI. Namun langkah itu justru dianggap pelanggaran etik berat hingga kemudian dia diberhentikan. Berikut surat terbuka Iwan:

SURAT TERBUKA (BERANI JUJUR HEBAT)

Kepada Yth.

1. Presiden Joko Widodo 

2. Dewan Pengawas KPK

3. Ketua KPK RI

4. Ketua DPR RI

5. Menkopolhukam

6. Kapolri

7. Panglima TNI

8. Ombudsman RI

9. Komnas HAM RI

10. Ketua WP KPK

Assalamu’alaikum wr wb,

Salam silaturrahmi saya sampaikan, memperhatikan ramainya riak-riak kegaduhan permohonan keadilan hasil dari TWK KPK RI dengan ini saya memberikan informasi sesuai slogan “BERANI JUJUR HEBAT” jangan di plesetkan menjadi “BERANI JUJUR PECAT” agar menjadi pertimbangan untuk menanggapi kegaduhan 56 pegawai  yang memaksa diangkat ASN.

Selama ini saya diam & menerima keputusan tanpa ada keadilan, biarkan Allah SWT yang membalas karena Allah SWT maha memberi rezeki.

Saya yang bertanda tangan di bawah ini ex Pengamanan KPK yang di paksa mundur tanpa proses sidang kode etik, sepihak di paksa memilih untuk mundur atau diberhentikan dengan tanpa ada pembelaan melalui proses sidang kode etik.

Nama     : Iwan Ismail 

NPP        : 0002167

Jabatan : Pengamanan

loading...
  • Bagikan