oleh

Muluskan Pernikahan Dini, Pasangan ini Wajib Bayar Rp 15 Juta ke Kades

BERITA9, BANYUWANGI – Putri Savitri (14), siswi SMPN 2 Pesanggaran, Banyuwangi, diduga dipaksa dinikahi Zaenus (21), warga Sukorejo Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. Akibatnya, Putri harus berhenti bersekolah. Padahal, putri tunggal Saian (51), warga Silirbaru Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, bercita-cita melanjutkan pendidikannya di SMK.

“Awalnya saya kecewa tidak bisa melanjutkan sekolah. Tapi daripada difitnah terus, saya bersedia menikah secara sah dan harus berhenti sekolah,” papar Putri didampingi Zaenus, suaminya.

Awal mula petaka yang dialami Putri Savitri ini menurut Zaenus, bermula ketika dia bersama Putri Savitri yang masih di bawah umur menikah secara Siri. Entah karena apa, lanjut Zaenus, dia dan Putri Savitri dipanggil perangkat Desa Sumberagung.

“Di rumah Ketua RT, saya dibentak-bentak. Dan kemudian dimintai duit Rp 30 juta. Namun saya hanya mampu menyerahkan duit Rp 15 juta,” ungkap Zaenus.

Duit Rp 15 juta diserahkan orang tua Zaenus, Komar dan mertuanya Saian sekitar bulan Juni 2018 lalu. “Tapi duit itu kemudian dikembalikan lagi sekitar dua bulan lalu dengan kesepakatan saya tidak mempersoalkan masalah ini,” kata Zaenus.

Fitnah atas pernikahannya dengan Putri Savitri, tambah Zaenus, luar biasa.
“Bahkan akibat fitnah itu saya sampai nikah siri tiga kali di rumah mertuanya,” pungkasnya.

Sikap heran juga disampaikan oleh Saian, orang tua Putri Savitri. Menurutnya, hubungan antara anaknya dengan Zaenus sebenarnya sudah diketahui kedua belah pihak.

Karena sering keluar berdua, menurut Saian, pihaknya bersama orangtua Zaenus sepakat untuk menikahkan secara agama.

Sementara itu Vivin Agustin, Kepala Desa (kades) Sumberagung ketika dikonfirmasi dikantornya mengatakan, sebenarnya persoalan ini sudah selesai. Namun, terkait pihak zaenus dimintai uang kades perempuan itu membenarkan.

Kalau pihaknya membayar uang sebesar 15 juta itu memang benar, tapi bukan kehendak saya, namun atas kesepakatan warga, ” jelasnya, Rabu (5/12/2018).

Uang 15 juta tersebut awalnya diberikan kepada saya, atas kesepakatan warga karena menurut warga zaenus dan Putri Savitri telah berselingkuh. “Menurut warga hal itu dilakukan atas dasar menjalankan Peraturan Desa (perdes).

Didalam perdes berbunyi barang siapa yang melakukan perselingkuhan akan di beri sangsi untuk membayar seperti gerasak atau denda yang lainya, “imbuhnya.

Masih lanjut Vivin, dirinya berucap kalau uang 15 juta tersebut kini sudah dikembalikan lagi kepada Zaenus, dengan disaksikan P Camat dengan alasan tidak mau ada persoalan dikemudian hari.

Uang 15 juta sudah kita kembalikan lagi mas, karena takut ada masalah dikemudian hari, ” pungkas kades Sumberagung. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

loading...

News Feed