oleh

Menpan RB Siapkan Regulasi Pengurangan ASN

BERITA9, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menjelaskan, bahwa Indonesia kelebihan tenaga kerja aparat sipil negara (ASN) yang tidak produktif.

Kata Tjahjo, berdasarkan laporan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa kelompok produktif dalam masa work from home menjadi berlebihan atau overload sehingga harus mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan kelompok yang tidak produktif.

Jadi, kata Tjahjo, pemerintah kelebihan banyak tenaga yang tidak diperlukan, tetapi kekurangan tenaga yang dibutuhkan. 

Too many, but not enough. Perlu perubahan drastis dalam format kebutuhan kompetensi untuk rekrutmen ke depan,” ujar Tjahjo melalui pesan singkatnya, Jumat (19/6/2020).

Untuk merumuskan ulang sistem manajemen SDM ASN sesuai dengan tatanan kenormalan baru, lanjut Tjahjo, salah satu hal yang harus dilakukan adalah mengubah formasi kebutuhan kompetensi ASN.

Tjahjo juga menilai perlunya strategi untuk mengurangi ASN yang tidak produktif secara bermartabat. Ia menerangkan, jika komposisi dan kompetensi sudah akurat dan jumlah total ASN sudah tepat, remunerasinya juga akan bisa meningkat signifikan.

Tjahjo mengatakan, rumusan ulang manajemen ASN ini juga sejalan dengan rencana besar Kemenpam-RB tentang pembangunan ASN 2020-2024, yakni gencar memperbaiki kinerja ASN mulai dari tahap rekrutmen.

Saat ini sistem rekrutmen ASN sudah menggunakan sistem digital sampai pada tatanan baru pemerintahan sekarang dan masa depan.

Ia meyakini, dengan sistem rekrutmen yang berhasil secara terbuka dan profesional, pemerintah akan mendapatkan SDM terpilih yang merupakan smart ASN.

loading...

News Feed