oleh

Masih Banyak Perusahaan Cuekin Aturan PSBB di Jakarta

BERITA9, JAKARTA – Melempemnya penegakkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, diduga karena masih banyaknya perusahaan yang tidak masuk daftar pengecualian tetap beraktivitas normal.

Perusahaan yang membandel itu berdalih karena mendapatkan izin dari Kementerian Perindustrian.

Kampanye BERITA9 melawan covid-19. #KitaLawanCovid19

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan ada 200 lebih perusahaan yang diizinkan beroperasi oleh Kemenperin. Termasuk sektor pekerjaan yang dikecualikan atau diperbolehkan beroperasi selama PSBB di Ibu Kota.

“Detailnya tanya ke Kemenperin. Kalau kami hanya memantau, apakah perusahaan itu melaksanakan mekanisme protokol pencegahan covid-19 atau tidak,” kata Andri, Jakarta, Rabu, (15/4/2020).

Baca Juga : Pakar BNPB : Masker Kain Dipakai Maksimal 4 Jam

Andri Yansyah berkata, pihaknya telah melakukan inspeksi dan menemukan masih banyak perusahaan yang tidak masuk daftar pengecualian, tetapi tetap beroperasi.

Kampanye #KitaLawanCovid19

“Peringatan sudah kami berikan, kalua masih membandel akan kami tutup paksa,” tandasnya.

Dia lalu menjelaskan, di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat yang telah dilakukan sidak, dari 61 yang lakukan sidak, ada lima yang perusahaan yang ditutup.

Baca Juga : Sah… Riza Patria DKI 2

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan masih banyaknya perusahaan yang beroperasi membuat mobilitas dan interaksi warga tetap tinggi. Salah satunya terlihat di angkutan umum yang masih dipadati penumpang.

Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menunjukkan jumlah pekerja dan perusahaan yang menerapkan work from home (WFH) atau kerja dari rumah menurun. Anies mengingatkan perusahan-perusahaan yang masih beroperasi untuk segera menaati peraturan PSBB.

“Kita pastikan bahwa semua yang tidak tertib akan mendapatkan sanksi, mulai pencabutan perizinan sampai dengan sanksi-sanksi lainnya,” tegas dia.

Baca Juga : Ulama Pakistan Sepakat Tetap Shalat di Masjid

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, juga menyesalkan masih banyaknya perusahaan yang tetap beroperasi, termasuk di Kabupaten Bogor. Setelah Jakarta, PSBB juga sudah mulai diterapkan di Bogor, Bekasi, dan Depok.

“KRL sudah berkurang. Namun, karena di Jakarta kantor masih buka, jadi belum maksimal penurunannya,” ujar Emil, sapaan Ridwan.

Emil juga meninjau sejumlah titik pelaksanaan PSBB dan menilai secara umum berjalan lancar. Namun, berdasarkan pantauan Media Indonesia, kondisi di Bogor, Bekasi, dan Depok masih ramai.

Baca Juga : Gugus Tugas Penanganan Covid -19 & Pemda Situbondo Gelar Latihan Simulasi Penanganan

Untuk meminimalisasi mobilitas warga, lima kepala daerah mengusulkan penghentian sementara operasional KRL. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan usulan itu sedang dibahas dan sampai besok KRL commuter line tetap berjalan normal.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beralasan mengacu pada Permenkes Nomor 9/2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, industri nonesensial yang tidak dikecualikan dalam PSBB masih bisa beroperasi jika punya izin.

Hingga pukul 12.00 WIB, Rabu, 15 April 2020, berdasarkan uji Polymerase Chain Reaction atau tes swab dari 36.431 spesimen yang diperiksa, 5.136 orang terkonfirmasi positif korona, 446 orang sembuh dan 469 orang meninggal. (red)

Laporan : Uya Pinta

loading...

News Feed