oleh

Oknum LSM GMBI Dilaporkan MPM Finance ke Polresta Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – PT JACCS MPM Finance Indonesia Banyuwangi, laporkan sejumlah anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). LSM dibawah komando Subandi tersebut dianggap telah merugikan dan melakukan dugaan tindak pidana.

Pernyataan tersebut disampaikan Branch Manager PT JACCS MPM Finance Indonesia Banyuwangi, Ichwan Dwi Pratomo, pasca demonstrasi GMBI Banyuwangi, didepan kantornya, di Jl Yos Sudarso No 53, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Rabu (26/2/2020).

Dijelaskan, kasus yang dilaporkan adalah dugaan pemindahtanganan atau menggadaikan unit sepeda motor kreditan. Dalam hal ini terlapor adalah kreditur atas nama IHS, diduga oknum anggota LSM GMBI Banyuwangi.

Baca Juga : 500 Anggota GMBI Banyuwangi Akan Demo MPM Finance

“Juga kasus dugaan perundungan atau intimidasi, serta pencemaran nama baik dan hingga mengakibatkan kerugian materi dan non materi,” kata Ichwan.

Sebelumnya, lanjut Ichwan, sejumlah massa GMBI Banyuwangi, sempat mendatangi kantor PT JACCS MPM Finance Indonesia Banyuwangi. Disitu mereka disebut telah bertindak arogan. Bahkan, beberapa konsumen yang akan melakukan pembayaran langsung dibatalkan karena ketakutan.Dan aksi menjurus kearah premanisme tersebut diunggah dimedia sosial Youtube.

“Maka dari itu kita juga melaporkan kawanan massa GMBI Banyuwangi tersebut atas dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) ITE,” cetusnya.

Baca Juga : Kesal Dengan Ulah Oknum Karyawan, Puluhan Pengusaha Lokal Glenmore Gruduk PT IGG

Seperti diketahui, puluhan anggota GMBI Banyuwangi, Rabu, (26/2/2020), menggelar demonstrasi didepan kantor PT JACCS MPM Finance Indonesia Bumi Blambangan. Dalam aksi yang dikawal ketat petugas Kepolisian Polresta Banyuwangi, mereka mengecam tindakan penarikan paksa unit motor yang dilakukan MPM Finance.

GMBI juga mendesak agar motor kreditan anggotanya bisa diamankan di Mapolresta, bukan di gudang perusahaan finance. “Keluarkan unit motor,” teriak Ketua GMBI Banyuwangi, Subandi.

Sementara itu, MPM Finance bersikukuh proses penarikan motor yang mereka lakukan sudah sesuai prosedur. Angsuran pun hanya dibayar pada dua bulan pertama saja. Sembilan bulan selanjutnya tidak dicicil dan unit motor kreditan jenis Honda Beat sudah berpindah tangan ke pihak ketiga. (red)

Laporan: Joko P.

loading...

News Feed