oleh

KRL Batal Berhenti, Pemkot Bogor Sangsi Penyebaran Covit-19 Bisa Ditekan

BERITA9, BOGOR KOTA – Tetap beroperasinya kereta rel listrik (KRL) commuter line Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) disangsikan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dapat menekan laju penyebaran Covid-19.

Kampanye BERITA9 melawan virus covid-19

Hal itu dikatakan Dedie merespons sikap Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang memutuskan untuk tetap mengoperasikan KRL dengan syarat membatasi jumlah penumpang dan jam operasional pada masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dedie menilai, keinginan kepala daerah Bodebek untuk menghentikan operasional KRL bukan tanpa alasan. Sebab setiap harinya, masih ada sekitar 100.000 lebih warga yang menggunakan KRL dan berdampak pada penumpukan penumpang.

Baca Juga : Pandemi Covit-19 Ladang Pahala

“Tadinya kan kita mau memutus rantai atau bersepakat bila Jabodetabek ini bukan teritori administrasi, tetapi ini sudah jadi satu kesatuan. Jadi kita harus jaga satu dengan yang lain, jangan sampai target kita menurunkan positif Covid-19 sia-sia,” papar Dedie, Jumat (17/4/2020) malam.

Di sisi lain, pemda juga tidak bisa melakukan pengawasan lebih. Sebab, bagaimana pun bila orang yang pergi ke Jakarta atau sebaliknya tidak juga dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan atau ODP.

Baca Juga : KPK Apresiasi Pejabat Lapor Gratifikasi Dimasa Pandemi

“Pertama kita harus sinkronkan antara maksud penerapan PSBB dan target yang harus dicapai. Target utamanya adalah menurunnya penyebaran Covid-19. Kira-kira dengan kita mengeluarkan kebijakan untuk melarang pemakaian tempat ibadah dan melarang orang berada dalam gerbong kereta karena risiko tertular sama tidak?” tambah Dedie.

Terkait keputusan KRL, Kementerian Perhubungan memutuskan mengurangi frekuensi dan berjanji akan memastikan physical distancing di dalam kereta.

Baca Juga : Masih Banyak Perusahaan Cuekin Aturan PSBB di Jakarta

“Kita lihat saja nanti. Yang penting untuk kota Bogor tidak ada penambahan Covid-19 positif dari interaksi warga dalam perjalanan Bogor-Jakarta atau sebaliknya,” tandas Dedie (red)

loading...

News Feed