oleh

Korlantas Mabes Polri Tinjau Posko Operasi Ketupat Semeru 2020 Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Korlantas Mabes Polri tinjau Posko operasi Ketupat Semeru 2020 di Banyuwangi. Operasi yang digelar selama 37 hari, di mulai sejak Jumat kemarin (24/4/2020).

Kampanye BERITA9 #KitaLawanCovid19 #KitaLawanCorona

Direktur Regident Korlantas Mabes Polri Brigjend Yusuf, didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin dan Bupati Abdullah Azwar Anas, melihat langsung pos perbatasan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Ahad (26/4/2020).

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta – Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. (Foto: hwi/BERITA9)

“Kita lakukan pengecekan kesiapan personel dan posko di Banyuwangi. Kita lihat kondisinya aman dan lancar. Seluruh personel dan posko sudah siap,” kata Brigjen Yusuf kepada wartawan.

Baca Juga : Catat Ya, Mulai 7 Mei Akses Masuk ke Jabodetabek Ditutup

Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2020 sengaja dilakukan lebih awal, untuk antisipasi pemudik yang pulang ke kampung halaman. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19.

Selain cek kesiapan di Pelabuhan ASDP Ketapang, pihaknya juga melakukan pengecekan di pos perbatasan di RTH Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo.

“Kita juga cek perbatasan Wongsorejo dan ASDP Ketapang. Kita harap anggota selalu jaga kesehatan dengan standart kesehatan untuk bisa maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya Brigjen Yusuf.

Baca Juga : Aksi Balap Liar Dibubarkan, Puluhan Sepeda Motor Diamankan Di Mapolsek Glenmore

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan, sebanyak 239 personel Polri disebar di beberapa titik posko perbatasan yang ada di Banyuwangi. Diantaranya di Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Licin dan Pelabuhan ASDP Ketapang.

“Pengamanan secara humanis kita lakukan untuk memberikan rasa aman. Kita juga lakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudik,” tegasnya.

Dalam kinerjanya, lanjutnya, polisi melakukan kegiatan pengadangan pemudik yang akan datang ke Banyuwangi. Jika tetap nekat, polisi bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk melakukan karantina kepada pemudik yang nekat atau terlanjur datang ke Banyuwangi. Mereka akan melakukan karantina mandiri atau mendatangi rumah isolasi yang ada di desa-desa.

Baca Juga : Ini Dasar Hukum Polri Tindak Warga Yang Nekat Mudik

“Protap Covid -19 kita lakukan diperbatasan seperti pemeriksaan menggunakan thermo gun dan penyemprotan disinfektan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik atensi dari Mabes Polri atas pengecekan personel dan posko diperbatasan di Banyuwangi. Kegiatan pengetatan pemudik yang datang di Banyuwangi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggungjawab TNI dan Polri.

“Semua pendatang dipindai KTP-nya, data masuk ke server, lalu terkirim ke jaringan Smart Kampung yang ada di desa dan kelurahan. Operator Smart Kampung di desa dan kelurahan mendapat notifikasi secara real time ketika ada warganya yang baru datang,” pungkasnya. (red)

Laporan: Ahmad Sahroni.

loading...

News Feed