oleh

Kesal Dengan Ulah Oknum Karyawan, Puluhan Pengusaha Lokal Glenmore Gruduk PT IGG

BERITA9, BANYUWANGI – Puluhan pengusaha lokal Glenmore serbu kantor PT Industri Gula Glenmore (PT IGG), Banyuwangi, Jawa Timur. Kamis (20/2/2020). Mereka mengamuk lantaran tidak bisa menjadi mitra dalam operasional pabrik.

Awalnya, mereka hanya ditemui Manajer Pengadaan dan Pemasaran PT IGG, Dwi Ariyanto. Padahal, puluhan pengusaha lokal itu ingin bertemu langsung Direktur Utama (Dirut), Yudi Kristanto. Hal ini membuat warga kecewa karena aspirasi tidak didengar pimpinan.

“Buat apa kami menyampaikan tujuan jika tidak dipertemukan dengan pimpinan,” ucap Abdul Wahab, salah satu warga dengan nada keras.

Baca Juga : Tidak Hanya Pemda & Mapolresta, Kodim Banyuwangi Juga Jadi Tempat Curhat Puluhan Warga Pancer

Setelah warga marah, barulah Dirut PT IGG menemui perwakilan warga dan pengusaha lokal Glenmore. Dalam forum, disampaikan seluruh uneg-uneg masyarakat.

Khususnya terkait ulah S, oknum karyawan bagian pengadaan PT IGG, yang disinyalir memotong kompas penjualan sejumlah komoditi perusahaan yang sebelumnya melibatkan pengusaha lokal dalam proses pemasaran.

“Lalu kita warga dan pengusaha lokal ini mau kerja apa, mau bayar karyawan dengan apa jika pekerjaan kami dipotong kompas,” ungkap Rifki Alamudi, dari perwakilan pengusaha lokal Glenmore.

Baca Juga : Warga Terdampak Limbah Pabrik IGG di Banyuwangi, Mulai Terserang Penyakit

Dengan kata lain, konsumen yang biasanya disuplai para pengusaha lokal, kini langsung menerima barang dari S, si oknum karyawan PT IGG. Padahal, para pengusaha lokal lah yang membuka pasar.

Dan yang lebih membuat gerah, oknum S, mengambil alih konsumen seluruh perdagangan komoditi PT IGG yang mulanya dikelola pengusaha lokal. Mulai dari penjualan Gula Scrab basah, tetes hingga gula SNI.

“Masak kita warga dan pengusaha lokal hanya disuruh jadi penonton saja,” imbuh Kiki, sapaan akrab Rifki Alamudi.

Baca Juga : Terkait Limbah, Ini Pernyataan Manager SDM & Umum IGG Banyuwangi

Mendengar keluhan, Dirut Yudi Kristanto, sempat kaget. Maklum pegawai aktif PTPN XII ini baru bulan Februari 2020 ini dipercaya menjabat pimpinan di Pabrik Gula Glenmore. Kepada warga dan pengusaha lokal, dia berjanji akan segera menyelesaikan benang kusut yang berpotensi menjadi pemicu konflik tersebut.

“Jika ada karyawan yang melakukan jual beli seperti yang disampaikan, akan kita tindak tegas,” katanya.

Yudi juga mengaku akan menampung aspirasi warga dan pengusaha lokal Glenmore. Dengan harapan kedepan bisa bersinergi dalam mendorong kemajuan dan produktivitas PT IGG.

Baca Juga : Satpol PP Banyuwangi Temukan Miras Luar Negeri Ilegal di Homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah

Sementara itu, masyarakat juga meminta manajemen Pabrik Gula Glenmore untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang pengusaha lokal.

Salah satunya dengan tidak lagi mempersulit jalinan kemitraan pada jenis pekerjaan yang bisa ditangani oleh warga dan pengusaha lokal Glenmore. Namun jika aspirasi dalam pertemuan hanya dianggap sebelah mata, warga mengancam akan menggelar demo besar-besaran. (Red)

Laporan: Joko P

loading...

News Feed