oleh

Karena Tidak Dibayar, Mantan Staf Desa Banyuputih Situbondo Kesulitan Mengurus BPJS Mandiri

BERITA9, SITUBONDO – Didik Muryadi bekas staff Kantor Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, kesulitan membayar iuran badan penyelenggara jaminan kesehatan (BPJS) mandiri lantaran tanggungan iuran BPJS-nya tidak dibayar oleh Pemerintah Desa setempat.

Tunggakan Desa Banyuputih ke BPJS Situbondo, baru diketahui saat Didik Muryadi,  mengurus BPJS di Situbondo, untuk persyaratan anaknya menjalani operasi, sesampainya di Kantor BPJS, ia mendapat keterangan bahwa atas nama Didik Muryadi, masih memiliki tanggungan sebesar Rp. 17. 239.214,- belum dibayar oleh Desa setempat.

Kepada wartawan, Didik Muryadi menceritakan, ia mengetahui selama menjadi perangkat desa, mengetahui dirinya didaftarkan BPJS oleh Desa pada tahun 2016, namun hanya dibayar oleh Desa Banyuputih diakhir tahun 2016. Dari akhir 2016 hingga 2020 tanggungan itu tidak dibayar. 

Lihat Video : Ombak Besar Hantam Ratusan Rumah di Pesisir Pantai Situbondo

Lucunya, selama terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, ia sama sekali belum pernah memegang kartu sakti kesehatan itu, ” Bukan hanya tidak dibayar, saya juga tidak memiliki Kartu BPJS,” katanya.

Masih Didik Muryadi, setelah mengetahui bahwa BPJSnya tidak pernah dibayar oleh pihak desa. Kemudian dirinya mendatangi Kepala Desa (Kades) Banyuputih, namun dengan Kades kita diarahkan ke Mantan Sekreraris Desa (Sekdes) Banyuputih yang bernama Fathor.

“Saat kita temui Kades, malah diarahakan ke mantan Sekdes. Lha ini ada apa?, ” ungkap Didik Suryadi.

Lihat Berita Foto : Proses Pencarian Orang Hilang Ditelan Ombak di Situbondo

Didik Muryadi, juga menjelaskan pihaknya tidak menyalahkan pihak BPJS Kabupaten Situbondo, bahkan menurutnya BPJS sudah benar, dan sudah prosedur.

“BPJS sudah benar dan prosedur, namun hingga saat ini belum bisa menemukan jalan keluar,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Banyuputih. H. Juharto. SH, saat dikonfirmasi mengatakan, ia baru mengetahui hari Jumat, “Saya akan kordinasi dengan BPJS Situbondo, kalau tidak bisa saya akan menghadap Wakil Bupati dan Bupati Situbondo,” paparnya.

“Saya baru tahu persoalan ini pada hari Jum’at. Kita akan kordinasi dengan pihak BPJS dan jika tidak bisa kami akan menghadap Wabup dan Bupati Situbondo,” pungkasnya. (red)

Laporan Biro Situbondo : Sutikno.

loading...

News Feed